Makassar, (taboidpilarpost.com) – Bupati M. Fathul Fauzy Nurdin menghadiri High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Sulawesi Selatan dalam rangka upaya stabilisasi harga menjelang momentum Idul Adha.
Rapat yang dipimpin Wakil Gubernur Fatmawati Rusdi tersebut berlangsung di Ruang Pola Kantor Gubernur Sulawesi Selatan, Jalan Urip Sumoharjo, Makassar, Kamis (7/5/2026).
Dalam arahannya, Fatmawati Rusdi menyampaikan empat strategi utama pengendalian inflasi di Sulawesi Selatan menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idul Adha, yakni keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, serta komunikasi yang efektif.
Ia meminta seluruh pemerintah daerah memperkuat koordinasi dengan Bulog melalui program Gerakan Pangan Murah (GPM). Menurutnya, pelaksanaan GPM harus dioptimalkan hingga tingkat kelurahan dengan fokus pada delapan komoditas utama penyumbang inflasi.
“Intervensi harus dilakukan secara maksimal, terutama pada komoditas seperti minyak goreng dan kebutuhan pokok lainnya, demi memastikan keterjangkauan harga bagi masyarakat jelang Iduladha,” tutur Fatmawati.
Sementara itu, Bupati Bantaeng Uji Nurdin memberikan apresiasi atas pelaksanaan High Level Meeting TPID tersebut sebagai langkah strategis menjaga stabilitas harga pangan di daerah.
Ia menegaskan, Pemerintah Kabupaten Bantaeng siap memastikan ketersediaan pasokan bahan pokok serta melakukan intervensi pasar guna menekan potensi lonjakan harga akibat meningkatnya permintaan menjelang Idul Adha.
“Kita siap melakukan koordinasi dengan seluruh Forkopimda dan instansi terkait dalam memastikan harga komoditas pokok, terutama daging sapi dan ayam, telur, minyak goreng, cabai, dan lainnya tidak melonjak drastis. Insyaallah ketersediaan stok bahan pangan dan hewan kurban di pasar aman,” pungkasnya.
Pertemuan TPID Sulsel tersebut menjadi bagian dari langkah antisipatif pemerintah daerah dalam menjaga daya beli masyarakat serta memastikan kebutuhan pokok tetap tersedia dan terjangkau selama momentum Idul Adha 2026.









