Bantaeng, (tabloidpilarpost.com) – Bupati Bantaeng, M. Fathul Fauzy Nurdin, membuka secara resmi gelaran Stand Up Comedy Show Sulsel Special Roasting Bupati Bantaeng yang berlangsung di Gedung Balai Kartini Kabupaten Bantaeng, Jumat malam, 4 September 2026.
Yang menarik, orang nomor satu di Kabupaten Bantaeng itu tidak hanya hadir sebagai kepala daerah yang membuka acara. Ia justru secara langsung menjadi sasaran roasting para komika dalam pertunjukan yang digelar Komunitas Stand Up Indo Bantaeng.
Acara tersebut turut dimeriahkan komika dari sejumlah daerah, di antaranya Stand Up Indo Bulukumba, Stand Up Indo Jeneponto, dan Stand Up Indo Takalar.
Suasana pertunjukan berlangsung penuh tawa. Namun di balik humor dan candaan yang disampaikan para komika, kegiatan tersebut juga menjadi ruang alternatif bagi masyarakat untuk menyampaikan gagasan, kritik, maupun pandangan terhadap berbagai persoalan dengan cara yang kreatif.
Bupati Bantaeng mengapresiasi terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, stand up comedy dapat menjadi salah satu sarana masyarakat dalam menyampaikan pendapat dan ide tanpa harus selalu melalui aksi demonstrasi.
“Kita mau mendengarkan, kita mau memeriahkan kembali stand up comedy di Bantaeng. Karena kita pahami, cara mengemukakan pendapat dan menyampaikan ide tidak selalu harus dengan demonstrasi. Bisa melalui komika, maupun stand up comedy, karena saya juga termasuk penggemar komika,” katanya.
Sikap tersebut sekaligus menunjukkan bahwa ruang publik tidak harus selalu hadir dalam bentuk forum formal. Menurut Bupati, humor juga dapat menjadi medium komunikasi yang mampu menjangkau masyarakat secara lebih ringan dan menghibur.
Ia berharap kegiatan serupa tidak berhenti sebagai acara hiburan semata, tetapi dapat digelar secara rutin sekaligus menjadi bagian dari pengembangan komunitas stand up comedy di Bantaeng dan wilayah Selatan Sulawesi Selatan.
Antusiasme masyarakat yang hadir menjadi salah satu alasan Bupati mendorong agar kegiatan tersebut terus dikembangkan.
“Melihat antusiasme teman-teman yang hadir malam ini sangat luar biasa, saya menyampaikan terima kasih kepada teman-teman panitia atas terlaksananya kegiatan ini, mudah-mudahan kegiatan ini bisa rutin kita laksanakan dan kita kembangkan di Sulawesi Selatan,” tuturnya.
Bagi Bantaeng, berkembangnya komunitas kreatif seperti stand up comedy juga dapat menjadi ruang baru bagi anak muda untuk mengembangkan kreativitas sekaligus menyampaikan perspektif mereka terhadap lingkungan sekitar.
Terlebih, konsep roasting kepala daerah membutuhkan keberanian sekaligus kemampuan komika mengemas kritik menjadi humor yang dapat diterima oleh publik.
Kegiatan tersebut turut dihadiri sejumlah unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan jajaran terkait.
Di antaranya Danramil 1410-02/Eremerasa yang diwakili Kapten Inf. Jufri, Kabag Log Polres Bantaeng Kompol Supriadi, serta Kasi Pemulihan Aset dan Pengembalian Barang Bukti yang mewakili Kajari Bantaeng, Sepriadi.
Kehadiran unsur TNI, Polri, dan kejaksaan menambah semarak kegiatan yang mempertemukan pemerintah daerah, komunitas kreatif, dan masyarakat dalam suasana santai namun tetap membawa pesan tentang pentingnya ruang berekspresi.
Stand up comedy malam itu bukan hanya soal tawa. Ketika seorang kepala daerah bersedia menjadi sasaran roasting, panggung komedi juga dapat menjadi ruang komunikasi publik—tempat kritik dan gagasan disampaikan dengan cara yang lebih ringan, kreatif, dan dekat dengan masyarakat.









