Bekasi, (tabloidpilarpost.com) — Dalam suasana hangat pasca Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, jajaran Polres Metro Bekasi menggelar kegiatan halal bihalal dan silaturahmi bersama organisasi kemasyarakatan (ormas), LSM, serta berbagai elemen strategis masyarakat.
Kegiatan yang berlangsung di SHSD Sambel Hejo pada Selasa (1/4/2026) ini dihadiri puluhan organisasi, di antaranya Pemuda Pancasila MPC Kabupaten Bekasi, Aliansi Ormas Bekasi (AOB), Garda Bekasi, Laskar Merah Putih, Garda Pasundan, DPC WBI Kabupaten Bekasi, dan lainnya.
Mereka hadir dengan semangat yang sama, yakni menjaga keutuhan, merawat ketertiban, serta memperkuat kedamaian di Kabupaten Bekasi sebagai kawasan industri yang dinamis.
Kegiatan ini juga menjadi implementasi nyata amanat Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia, yang menegaskan peran Polri sebagai penjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, penegak hukum, serta pelindung dan pengayom rakyat.
Kapolres Metro Bekasi, Sumarni, menegaskan bahwa stabilitas kamtibmas tidak dapat diwujudkan oleh aparat kepolisian semata.
“Kami tidak dapat berjalan sendiri. Stabilitas kamtibmas adalah tanggung jawab bersama. Ormas adalah mitra strategis, dan persatuan adalah benteng terkuat bangsa ini,” ujarnya.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menanggalkan ego sektoral dan mengedepankan kepentingan bersama demi terciptanya Bekasi yang aman, damai, dan produktif.
Menurutnya, keseimbangan ekonomi menjadi faktor penting dalam menekan potensi kriminalitas.
“Yang kuat merangkul yang lemah, yang mampu menguatkan yang tertatih,” tambahnya.
Selain itu, Kapolres juga menyoroti pentingnya penguatan ketahanan pangan melalui kegiatan produktif seperti budidaya perikanan, peternakan, dan pertanian mandiri. Upaya tersebut dinilai dapat bersinergi dengan program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai bentuk kontribusi nyata masyarakat dalam pembangunan.
Senada dengan hal tersebut, Iwan Setiawan yang akrab disapa Iwan Lentik menegaskan komitmen organisasinya.
“Pemuda Pancasila berdiri tegak di atas nilai-nilai Pancasila. Loyalitas kami kepada NKRI adalah harga mati,” tegasnya.
Sementara itu, Damin Sada menilai kekuatan sebuah wilayah terletak pada kesadaran kolektif masyarakatnya.
“Kampung yang kuat lahir dari masyarakat yang sadar akan tanggung jawab sosialnya. Harmoni adalah benteng yang tak terlihat, namun paling kokoh,” ujarnya.
Hal serupa disampaikan Sekjen AOB, Doni Ardon, yang menegaskan bahwa ormas harus menjadi solusi, bukan sumber konflik.
“Ormas harus hadir sebagai solusi, bukan sumber persoalan. Kita adalah garda terdepan persatuan, bukan pemantik perpecahan,” katanya.
Di penghujung acara, Ketua Harian Rumah Hebat Nusantara, Moh Cahyadi atau Den Cupank, memberikan apresiasi atas langkah Kapolres Metro Bekasi.
Ia menilai pendekatan yang mengedepankan keadilan sosial—baik dari sisi ekonomi, sosial, maupun kemanusiaan—selaras dengan filosofi daerah “Swatantra Wibawa Mukti”.
Namun demikian, ia juga mengingatkan adanya tantangan ketimpangan sosial yang masih menjadi pekerjaan rumah bersama.
“Di balik julukan Kota Metrodollar, masih ada ironi sosial yang harus segera diatasi, termasuk persoalan kemiskinan ekstrem,” ungkapnya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan sinergi antara aparat kepolisian, ormas, dan seluruh elemen masyarakat dapat terus diperkuat demi menciptakan stabilitas dan kesejahteraan di Kabupaten Bekasi.









