Lebak, (tabloidpilarpost.com) – Momen haru dan penuh kebersamaan terlihat dari Paguyuban RT/RW Desa Sukatani, Kabupaten Lebak, yang menunjukkan kepedulian terhadap salah satu rekan mereka yang sedang tertimpa musibah kecelakaan.
Pada Senin, 16 Maret 2026, para Ketua RT dan RW yang tergabung dalam Paguyuban RT/RW Desa Sukatani melakukan kunjungan belasungkawa kepada RT Ade Amsor, yang mengalami kecelakaan hingga menyebabkan patah tulang pada bagian bahu serta luka-luka di beberapa bagian tubuh.
Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Ketua Paguyuban RT/RW Desa Sukatani, Asri, yang juga menjabat sebagai Ketua RW 004, didampingi Bendahara Umum Paguyuban RT Atma Jaya, bersama para Ketua RT/RW se-Desa Sukatani.
Turut hadir pula tokoh masyarakat sekaligus petugas P3N, Kyi Saprudin, yang selama ini dikenal aktif berkontribusi dalam berbagai kegiatan sosial di tengah masyarakat. Kehadiran para tokoh ini semakin memperlihatkan kekompakan serta keharmonisan para pemangku kepentingan di tingkat pemerintahan paling bawah.
Diketahui, kegiatan menjenguk rekan yang sedang tertimpa musibah ini telah menjadi tradisi rutin Paguyuban RT/RW Desa Sukatani sebagai bentuk solidaritas dan kepedulian antar sesama.
Suasana haru pun terasa saat keluarga korban menyambut kedatangan para Ketua RT/RW. Tangis bahagia terlihat dari keluarga korban, RT Ade Amsor dan istrinya Ibu Heliyani, yang merasa sangat tersentuh atas perhatian yang diberikan oleh rekan-rekan mereka.
Di sela kegiatan, awak media Tabloid Pilar Post, Arman, juga sempat mewawancarai orang tua korban, Ibu Rumsih, yang menyampaikan rasa haru dan syukur atas kunjungan tersebut.
“Saya selaku orang tua mengucapkan banyak terima kasih atas kunjungan dan perhatian dari Paguyuban RT/RW Desa Sukatani. Kami tidak bisa membalas semua kebaikan para Ketua RT dan RW. Semoga Allah membalas kebaikan semuanya,” ungkap Ibu Rumsih dengan penuh haru.
Kegiatan ini menjadi bukti bahwa nilai kebersamaan, kepedulian, dan gotong royong masih sangat kuat di tengah masyarakat Desa Sukatani. Kehadiran Paguyuban RT/RW tidak hanya sebagai aparat pemerintahan di tingkat paling bawah, tetapi juga sebagai keluarga besar yang selalu hadir saat salah satu anggotanya mengalami kesulitan.
Solidaritas inilah yang terus menjaga harmoni dan kekompakan masyarakat Desa Sukatani hingga saat ini.









