Tabloidpilarpost.com SUKABUMI – Derasnya hujan yang mengguyur wilayah Kabupaten Sukabumi sejak Rabu, 4 Maret 2026, meninggalkan duka bagi ratusan warga di Kecamatan Bantargadung. Bencana pergerakan tanah yang dipicu oleh tingginya intensitas curah hujan tersebut menyebabkan kerusakan cukup masif di dua desa dan memaksa ratusan warga meninggalkan rumah mereka demi keselamatan.
Berdasarkan laporan pemutakhiran data hingga Jumat (6/3/2026), tercatat sedikitnya 70 unit rumah warga mengalami kerusakan berat akibat pergeseran tanah yang terus bergerak secara perlahan namun pasti.
Rinciannya, 61 unit rumah rusak berat berada di Desa Bantargadung, sementara 9 unit rumah lainnya berada di Desa Bojonggaling. Kondisi bangunan yang retak parah hingga amblas membuat banyak keluarga terpaksa mengungsi demi menghindari risiko yang lebih besar.
Kepala BPBD Kabupaten Sukabumi, Daeng Sutisna, mengatakan pihaknya terus melakukan pemantauan dan koordinasi intensif dengan aparat setempat serta berbagai instansi terkait guna memastikan proses penanganan berjalan maksimal.
“BPBD Kabupaten Sukabumi terus berkoordinasi dengan aparat setempat dan instansi terkait untuk melakukan assessment serta penanganan di lokasi kejadian,” ujar Daeng Sutisna kepada wartawan.
Selain kerusakan berat, data sementara juga mencatat 26 unit rumah mengalami rusak sedang, 18 unit rusak ringan, serta 9 unit rumah lainnya dalam kondisi terancam jika pergerakan tanah kembali terjadi.
Tak hanya permukiman warga, bencana ini juga berdampak pada fasilitas umum, di antaranya kerusakan akses jalan lingkungan serta sarana pendidikan di Pondok Pesantren Haryadul Fallah, yang turut terdampak akibat pergeseran tanah.
Secara keseluruhan, 134 kepala keluarga atau sekitar 475 jiwa terdampak dalam peristiwa ini. Dari jumlah tersebut, 407 jiwa terpaksa mengungsi untuk menghindari potensi bahaya lanjutan.
Menurut Daeng, dalam kondisi darurat seperti ini, tim gabungan memfokuskan penanganan pada penyelamatan warga serta pemenuhan kebutuhan dasar para pengungsi.
“Tanggap darurat ini berfokus pada pertolongan korban, pemenuhan kebutuhan dasar, pelayanan kesehatan, perlindungan kelompok rentan, serta pemulihan sarana dan prasarana yang rusak,” ungkapnya.
Di Desa Bantargadung, sebanyak 76 kepala keluarga atau sekitar 250 jiwa kini menempati posko pengungsian terpusat di lapangan samping Puskesmas Bantargadung. Di lokasi tersebut, para relawan bersama pemerintah daerah terus berjibaku memberikan bantuan dan memastikan kondisi pengungsi tetap terpantau.
“Kami juga melakukan pendampingan di lokasi kejadian untuk memastikan keselamatan warga serta melaksanakan rapat koordinasi dengan unsur Kepala Organisasi Perangkat Daerah dan pihak kecamatan terdampak,” tambahnya.
Pantauan di lapangan menunjukkan para pengungsi masih membutuhkan berbagai bantuan mendesak, mulai dari bahan makanan pokok, air mineral, susu formula untuk anak-anak, hingga fasilitas sanitasi dan toilet portable.
BPBD Kabupaten Sukabumi pun mengingatkan masyarakat agar tetap meningkatkan kewaspadaan selama proses penanganan bencana berlangsung.
“Perlu dipahami bahwa data ini bersifat dinamis dan dapat berubah sewaktu-waktu seiring dengan proses assessment yang masih berjalan di lapangan,” jelas Daeng.
Di tengah situasi yang penuh ketidakpastian ini, harapan warga kini bertumpu pada kepedulian berbagai pihak. Semangat gotong royong dan solidaritas diharapkan mampu menjadi kekuatan untuk membantu para korban bangkit kembali dari musibah yang datang di tengah derasnya hujan yang belum juga berhenti.
Achmad Khotib Kaperwil Banten









