Tabloidpilarpost.com SUKABUMI, JAWA BARAT – Jumat (06/03/2026) – Suasana malam di bulan suci Ramadhan menghadirkan nuansa yang begitu berbeda di Kota Sukabumi. Cahaya lampu masjid yang bersinar lembut, suara lantunan ayat suci Al-Qur’an, hingga aktivitas masyarakat yang tetap hidup hingga larut malam menjadikan kota ini terasa lebih hangat, religius, dan penuh keberkahan.
Sejak waktu berbuka puasa berlalu, denyut kehidupan di berbagai sudut kota langsung terasa. Jalanan dipenuhi masyarakat yang berjalan menuju masjid dan mushola untuk menunaikan shalat tarawih berjamaah. Beberapa masjid besar di kota ini bahkan terlihat dipadati jamaah dari berbagai kalangan, mulai dari anak-anak hingga para orang tua yang datang membawa semangat ibadah di bulan penuh ampunan.
Pantauan langsung awak media Tabloid Pilar Post, Achmad Khotib selaku Kepala Perwakilan Wilayah (Kaperwil) Banten, pada Jumat malam (06/03/2026) menunjukkan bahwa suasana malam Ramadhan di Kota Sukabumi begitu hidup dan penuh warna. Lampu-lampu jalan yang menghiasi pusat kota berpadu dengan aktivitas masyarakat yang ramai namun tetap tertib.
Menurut Achmad Khotib, keindahan malam Ramadhan di Kota Sukabumi bukan hanya terlihat dari gemerlap lampu kota, tetapi juga dari kuatnya nilai kebersamaan masyarakat yang tampak begitu terasa.
“Dari hasil pantauan kami di lapangan, malam Ramadhan di Kota Sukabumi terasa sangat indah dan penuh nuansa religius. Masjid-masjid dipenuhi jamaah, anak-anak terlihat semangat mengikuti tarawih, dan masyarakat saling menyapa dengan penuh kehangatan. Ini menjadi potret indah kehidupan masyarakat di bulan suci,” ungkap Achmad Khotib kepada redaksi.
Di beberapa titik pusat keramaian kota, pedagang kuliner juga tampak memadati pinggir jalan. Aneka makanan khas Ramadhan seperti kolak, gorengan hangat, hingga minuman segar menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat yang menikmati malam setelah menunaikan ibadah.
Tidak hanya itu, setelah shalat tarawih, sebagian warga melanjutkan kegiatan dengan tadarus Al-Qur’an di masjid dan mushola. Suara lantunan ayat suci terdengar bersahutan dari berbagai penjuru kampung, menghadirkan suasana religius yang menenangkan hati.
Kegiatan sosial masyarakat juga terlihat semakin meningkat selama Ramadhan. Beberapa komunitas pemuda bahkan terlihat aktif menggelar kegiatan berbagi makanan sahur, menjaga keamanan lingkungan, hingga mengadakan tadarus bersama hingga menjelang dini hari.
Keindahan malam Ramadhan di Kota Sukabumi menjadi gambaran nyata bagaimana sebuah kota mampu menjaga nilai spiritual, kebersamaan, serta tradisi keagamaan yang telah mengakar kuat di tengah masyarakat.
Ramadhan di Sukabumi bukan sekadar bulan ibadah, tetapi juga momentum mempererat tali silaturahmi, menumbuhkan kepedulian sosial, dan menghadirkan ketenangan di tengah hiruk pikuk kehidupan modern.
(Kaperwil Banten– Tabloid Pilar Post)









