Banten, (tabloidpilarpost.com) — Isu penolakan warga terhadap keberadaan stock pile batu bara di Kampung Purwodadi Barat, Desa Pamubulan, Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, akhirnya dijawab tegas oleh warga setempat.
Melalui pernyataan sikap resmi yang ditandatangani 10 warga Kampung Purwodadi Barat, masyarakat menyatakan bahwa kabar penolakan yang beredar di sejumlah pihak tidak benar dan menyesatkan. Warga justru menegaskan mendukung penuh keberadaan dan operasional stock pile batu bara selama aktivitas tersebut berjalan aman, tertib, mematuhi aturan, memperhatikan keselamatan kerja, serta menjaga kelestarian lingkungan.
“Kami menolak klaim sepihak yang mengatasnamakan warga tanpa adanya musyawarah. Informasi yang tidak sesuai fakta harus dihentikan karena dapat menimbulkan keresahan,” tegas Edin, salah satu warga yang menandatangani pernyataan sikap tersebut.
Warga menilai keberadaan stock pile batu bara telah memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekitar. Selain membuka lapangan pekerjaan, warga juga terlibat langsung sebagai tenaga kerja loading dan unloading, pengangkutan, pengamanan, serta pekerjaan pendukung lainnya. Dampaknya, pendapatan keluarga meningkat dan roda perekonomian kampung ikut bergerak.
“Sejak stock pile beroperasi, banyak warga yang bisa bekerja dan mendapatkan penghasilan. Ini sangat membantu ekonomi keluarga kami. Anak-anak muda kini memiliki kegiatan produktif, dan usaha kecil warga ikut hidup,” ujar Samin.
Hal senada disampaikan Wagimin, yang menilai keberadaan stock pile justru membawa dampak positif bagi kehidupan warga.
“Kami tidak menolak. Justru kegiatan ini membawa manfaat bagi warga. Selama tetap aman dan lingkungan dijaga, kami mendukung penuh aktivitas stock pile ini,” katanya.
Sementara itu, Wati menegaskan bahwa keberadaan stock pile telah menjadi penggerak ekonomi lokal.
“Stock pile batu bara membuka peluang kerja bagi banyak warga. Pendapatan meningkat, warung dan usaha kecil ikut terdongkrak. Ini seperti napas baru bagi ekonomi kampung kami,” ujarnya.
Pendapat serupa disampaikan Jarno, yang menyoroti dampak sosial bagi generasi muda.
“Dulu banyak warga menganggur, sekarang anak-anak muda bisa bekerja. Selama keselamatan dan lingkungan diperhatikan, kami siap mendukung kegiatan ini terus berjalan,” tuturnya.
Selain menyampaikan dukungan, warga juga meminta agar tidak ada pihak yang memprovokasi atau menyebarkan informasi tidak benar dengan mengatasnamakan masyarakat Purwodadi Barat. Warga menegaskan setiap persoalan seharusnya diselesaikan melalui dialog, musyawarah, serta mekanisme hukum yang beretika dan berkeadilan.
Pernyataan sikap tersebut ditandatangani pada 25 Desember 2025 oleh warga Kampung Purwodadi Barat RT 001 RW 011, Desa Pamubulan. Nama-nama penandatangan antara lain Edin, Samin, Jarno, Wagimin, Ponirin, Ujang, Wati, Endah, Deni Aji H, dan Aep Gunawan.
Dengan adanya pernyataan ini, warga berharap publik dan pihak terkait dapat menghormati aspirasi masyarakat yang terdampak langsung oleh aktivitas stock pile batu bara, sehingga tidak lagi terjadi kesalahpahaman maupun penyebaran informasi yang menyesatkan.
![]()









