Malang, (tabloidpilarpost.com) – Bagi masyarakat Desa Balewarti RT 13,RT 14 Dan RT 22 Kecamatan Bantur Kabupaten Malang Jawa Timur .kondisi jalan kabupaten yang hancur atau rusak parah selama bertahun-tahun adalah realitas pahit yang harus mereka hadapi setiap hari. Kekesalan warga bukan tanpa alasan; jalan yang seharusnya menjadi urat nadi penghubung antar desa dan pusat perekonomian berubah menjadi sumber masalah dan penderitaan.
Seperti tampak pada hari Minggu (11/01/2026 saat awak media di lokasi hampir jatuh dan licin karena Jalan berlubang, berbatu, dan bahkan mirip “kubangan kerbau” saat hujan, sangat membahayakan pengendara, terutama pada malam hari atau saat berpapasan dengan kendaraan lain. Banyak laporan tentang kecelakaan atau korban luka akibat kondisi jalan ini
Hambatan Ekonomi dan Aktivitas: Kerusakan infrastruktur jalan mengganggu aktivitas vital seperti distribusi hasil bumi ke pasar, akses menuju fasilitas kesehatan, dan sekolah.
Warga kesulitan menjual hasil panen atau membawa pasien darurat dengan cepat, menghambat roda perekonomian lokal secara signifikan.
Warga merasa diabaikan oleh pemerintah daerah, yang memiliki kewenangan dan tanggung jawab atas pemeliharaan jalan kabupaten. Keluhan dan permohonan perbaikan yang diajukan selama bertahun-tahun seolah tidak didengar atau tidak mendapat respons yang memadai. Sikap apatis pemerintah, yang terkadang hanya melakukan survei tanpa tindak lanjut nyata, memicu kemarahan masyarakat.
Aksi Swadaya sebagai bentuk protes: puncak kekesalan ini seringkali terlihat dari tindakan warga yang melakukan perbaikan jalan secara swadaya, mengumpulkan dana sendiri untuk yang aksi ini bukan sekadar gotong royong, melainkan juga bentuk protes keras terhadap bentuk ketidakbecusan pemerintah dalam menjalankan tugasnya.
Seperti dituturkan Arif Ketua RT 22 Dusun Krajan Desa Rejosari ,”Ini jalan Kabupaten dan jalan ini sudah lama rusak aspalnya saja sudah tidak ada dan banyak warga dan anak sekolah jatuh dan ini jalan lintas besar dan sudah tahunan di sini tidak di perbaiki ,sudah pernah di sampaikan ke desa,anggota DPRD Kabupaten Malang Ir.H.Kholiq,M.A.P dan bupati sering lewat sini off road serta waktu Pilkada ke daerah sini belum ada perbaikan kami mohon segera diperbaiki karena kasihan anak sekolah biar peradangan lancar
Bu Ati juga dengan nada kesal saya sering jatuh nglundung mohon segera di perbaiki dan kasihan banyak anak kecil yang jatuh dan disini di lewati Warga Desa Pringgodani dan Karangsari ,Bantur .
Bu Sri warga setempat mengatakan ,”ya memang benar sering banyak orang jatuh dan dibperrigaan sana anak sekolah jatuh karena jeglong jeglong kalau ada air gini kan tidak keliatan dan di sini juga pernah anak sekolah jatuh mencelat bajunya kotor.
Secara keseluruhan, kemarahan warga Balewarti bersumber dari kegagalan pemerintah kabupaten dalam menyediakan infrastruktur dasar yang aman dan layak, yang merupakan hak fundamental masyarakat yang telah membayar pajak.









