Semarang,(tabloidpilarpost.com) – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus mendorong percepatan pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di kawasan Semarang Raya. Proyek strategis ini dinilai membutuhkan kolaborasi lintas daerah agar pengelolaan sampah dapat berjalan optimal dan menghasilkan energi terbarukan bagi masyarakat.
Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dalam upaya pengelolaan sampah secara terpadu. Hal itu disampaikannya saat memimpin rapat percepatan instalasi PSEL di kompleks Kantor Gubernur Jawa Tengah, pada Selasa (11/11/2025).
Rapat tersebut dihadiri oleh sejumlah kepala daerah dan pejabat terkait, antara lain Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari, Wakil Bupati Demak Muhammad Badruddin, Wakil Bupati Semarang Nur Arifah, perwakilan Dinas Lingkungan Hidup Kota Semarang, serta Plt. Deputi Pengelolaan Sampah, Limbah, dan B3 dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Hanifah Dwi Nirwana.
Menurut Sumarno, keberhasilan program PSEL tidak hanya bergantung pada ketersediaan infrastruktur, tetapi juga pada kesadaran kolektif seluruh pihak. Ia menekankan bahwa pengelolaan sampah seharusnya dilakukan secara menyeluruh, mulai dari edukasi masyarakat hingga proses pengolahan akhir.
“Kita harus bergerak bersama. Penanganan sampah bukan hanya tugas satu daerah, tapi tanggung jawab bersama agar lingkungan kita tetap bersih dan sehat,” tegasnya.
Sementara itu, Hanifah Dwi Nirwana menjelaskan bahwa pemerintah pusat telah menerbitkan Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2025 tentang Pengolahan Sampah Menjadi Energi Terbarukan Berbasis Teknologi Ramah Lingkungan. Dalam regulasi tersebut, kawasan Semarang Raya ditetapkan sebagai salah satu lokasi prioritas nasional untuk pembangunan instalasi PSEL.
Kota Semarang sendiri telah menyatakan kesiapan penuh dari sisi infrastruktur, anggaran, lahan, serta volume sampah. Saat ini, kota tersebut mampu menyediakan sekitar 1.000 ton sampah per hari untuk kebutuhan proyek PSEL. Namun agar operasional pembangkit berjalan efisien, dibutuhkan pasokan sampah mencapai 1.500 ton per hari.
Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mendorong skema aglomerasi antar daerah. Dalam model ini, empat wilayah — Kota Semarang, Kabupaten Semarang, Kabupaten Demak, dan Kabupaten Kendal — akan saling berkolaborasi dalam pengumpulan dan pengiriman sampah ke lokasi PSEL di kawasan Jatibarang, Kota Semarang.
Sumarno optimistis, kerja sama lintas daerah akan menjadi langkah penting menuju sistem pengelolaan sampah yang modern dan berkelanjutan. Selain mengurangi timbunan sampah, proyek ini juga diharapkan mampu menghasilkan energi listrik yang ramah lingkungan untuk mendukung kebutuhan masyarakat di wilayah Semarang Raya.
Senoaji









