Yogyakarta,(Tabloid Pilar Post.com) — Genap satu tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka berjalan, sejumlah pengamat menilai capaian pemerintah masih belum menunjukkan kinerja optimal. Salah satunya datang dari akademisi Universitas Gadjah Mada (UGM), yang menilai pemerintahan baru ini masih sibuk pada konsolidasi internal ketimbang menjalankan agenda strategis pembangunan nasional.
Dosen Ilmu Politik UGM, Dr. R. Andi Wirawan, menyebut bahwa satu tahun pertama pemerintahan umumnya menjadi masa penyesuaian dan penataan birokrasi. Namun, menurutnya, pemerintahan Prabowo–Gibran belum memperlihatkan arah kebijakan yang benar-benar solid.
“Pemerintah tampak masih dalam tahap konsolidasi kekuasaan, terutama dalam mengakomodasi berbagai kepentingan politik pasca-pemilu. Hal ini wajar, tetapi berdampak pada lambatnya realisasi program prioritas,” ujar Andi saat dihubungi Tabloid Pilar Post, Rabu (29/10/2025).
Ia menilai beberapa sektor seperti ekonomi, ketahanan pangan, dan reformasi birokrasi belum menunjukkan hasil signifikan. Meskipun demikian, Andi mengapresiasi langkah awal pemerintah dalam memperkuat sinergi TNI–Polri, penanganan bencana, serta penguatan program makan siang gratis untuk anak sekolah.
“Program sosial seperti makan siang gratis memiliki potensi besar untuk mengurangi stunting, tetapi masih butuh tata kelola yang transparan dan efisien agar tidak hanya menjadi proyek politik,” tambahnya.
Sementara itu, di sisi lain, sejumlah kalangan masyarakat memberikan penilaian beragam. Ada yang menilai Prabowo–Gibran cukup cepat dalam mengambil keputusan strategis, terutama di bidang pertahanan dan hubungan luar negeri, namun belum menyentuh secara konkret masalah kesejahteraan rakyat kecil.
Sejumlah lembaga survei pun mencatat bahwa tingkat kepuasan publik terhadap pemerintahan Prabowo–Gibran berada di kisaran 58–62 persen, dengan isu harga pangan dan lapangan kerja masih menjadi keluhan utama masyarakat.
Andi menegaskan bahwa tahun kedua pemerintahan akan menjadi ujian sesungguhnya.
“Tahun depan publik akan melihat apakah Prabowo–Gibran bisa keluar dari bayang-bayang pemerintahan sebelumnya dan benar-benar menunjukkan arah baru kepemimpinan nasional,” pungkasnya.
Jurnalis: Senoaji









