Jakarta,(Tabloidpilarpost.com) – Presiden Prabowo Subianto menegaskan pentingnya penyaluran bantuan sosial (bansos) yang tepat sasaran serta dilaksanakan secara berkelanjutan. Arahan ini disampaikan usai menerima laporan dari Kementerian Sosial mengenai evaluasi distribusi bansos di berbagai daerah. (19/9/2025).
Dalam rapat di Istana Merdeka, Presiden meminta seluruh kementerian dan lembaga terkait memastikan penerima bantuan benar-benar berasal dari keluarga yang membutuhkan. “Bansos bukan sekadar program rutin, melainkan instrumen penting untuk menjaga daya beli rakyat dan memperkuat jaring pengaman sosial,” ujar Prabowo.
Pemerintah juga menegaskan komitmen untuk menggunakan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) yang dikelola Badan Pusat Statistik (BPS), menggantikan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Data terbaru tersebut disusun lebih akurat dengan sistem peringkat dari desil 1 hingga desil 10, sehingga memudahkan pemerintah menyalurkan bantuan ke keluarga dengan tingkat kesejahteraan terendah.
Menteri Sosial Syaifullah Yusuf menambahkan, dari hasil ground check terhadap 12 juta keluarga penerima bansos, ditemukan sekitar 1,9 juta keluarga yang sudah tidak lagi memenuhi syarat. “Kami akan segera melakukan penyesuaian. Bantuan yang tadinya tidak tepat sasaran akan dialihkan kepada keluarga lain yang lebih berhak,” jelasnya.
Instruksi presiden ini disambut positif oleh masyarakat dan pengamat kebijakan sosial. Mereka menilai langkah ini bisa memperkuat kepercayaan publik terhadap program pemerintah serta memastikan bansos benar-benar menjadi alat untuk mengurangi kemiskinan dan kesenjangan sosial.
![]()









