Jakarta, (tabloidpilarpost.com) – Pemerintah Kabupaten Bandung Barat (Pemkab KBB) memaparkan rancangan prioritas penanganan infrastruktur jalan kepada Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Kemenko Infrawil), Rabu (14/10/2026). Langkah ini dilakukan untuk mendorong percepatan pembangunan infrastruktur sekaligus menjajaki penguatan sinergi dengan pemerintah pusat.
Pemaparan yang berlangsung di kantor Kemenko Infrawil, Jakarta, dipimpin langsung Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail. Ia didampingi Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Anni Roslianti, Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Dr. Moch. Lukmanul Hakim, serta Kepala Bapelitbangda KBB Toni Prihantoro.
Dalam pertemuan tersebut, Pemkab KBB menyampaikan evaluasi kondisi jalan dan jembatan sekaligus rencana penanganan infrastruktur yang dinilai menjadi prioritas pembangunan daerah.
Berdasarkan pemetaan pemerintah daerah hingga 2026, Kabupaten Bandung Barat memiliki total panjang jalan kabupaten 648,06 kilometer yang terbagi dalam 152 ruas, serta 181 unit jembatan.
Dari keseluruhan jaringan jalan tersebut, tingkat kemantapan jalan dilaporkan mencapai 82,26 persen, yang mencakup kondisi baik dan sedang. Sementara itu, ruas lainnya masih membutuhkan penanganan dengan tingkat kerusakan yang bervariasi, mulai dari rusak ringan hingga rusak berat.
Data tersebut menjadi dasar bagi Pemkab Bandung Barat untuk menyusun skala prioritas penanganan agar perbaikan dapat diarahkan ke ruas-ruas yang membutuhkan perhatian lebih besar.
Bupati Jeje Ritchie Ismail menegaskan bahwa pembangunan dan peningkatan kualitas jalan merupakan bagian penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi, memperluas aksesibilitas antarwilayah, serta meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.
“Peningkatan kualitas dan percepatan pembangunan infrastruktur jalan merupakan komitmen nyata kami dalam mewujudkan visi Bandung Barat AMANAH, sekaligus mendukung agenda pembangunan nasional dan provinsi. Pembenahan infrastruktur jalan ini menjadi kunci utama untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif serta meningkatkan kesejahteraan dan mobilitas seluruh masyarakat Bandung Barat,” ujar Jeje.
Untuk meningkatkan kondisi jaringan jalan, Pemkab Bandung Barat melalui Dinas PUTR menetapkan target kemantapan jalan mencapai 90,13 persen pada 2027.
Kepala Dinas PUTR KBB, Anni Roslianti, menjelaskan bahwa pencapaian target tersebut akan dilakukan melalui sejumlah strategi teknis yang disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan setiap ruas jalan.
“Untuk mencapai target kemantapan jalan sebesar 90,13 persen di tahun 2027, Dinas PUTR telah menyiapkan serangkaian langkah terukur dan terencana. Langkah penanganan mencakup rekonstruksi jalan beton, rehabilitasi jalan aspal atau hotmix, hingga pemeliharaan rutin yang akan difokuskan secara masif pada titik-titik jalan prioritas di seluruh wilayah KBB,” jelas Anni.
Strategi tersebut diharapkan dapat memperbaiki kondisi jalan secara bertahap, meningkatkan kenyamanan berkendara, serta mendukung kelancaran distribusi barang dan mobilitas masyarakat.
Penentuan prioritas penanganan juga menjadi penting agar anggaran yang tersedia dapat diarahkan pada kebutuhan infrastruktur yang paling mendesak.
Melalui audiensi tersebut, Pemkab Bandung Barat berharap terbangun sinergi yang lebih kuat dengan pemerintah pusat, khususnya dalam mendukung percepatan penanganan ruas jalan strategis.
Dukungan tersebut diharapkan dapat memperkuat upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas infrastruktur, terutama pada wilayah yang membutuhkan akses jalan memadai untuk menunjang kegiatan ekonomi dan pelayanan dasar.
Dengan target kemantapan jalan 90,13 persen pada 2027, Pemkab Bandung Barat menghadapi pekerjaan lanjutan untuk memperbaiki ruas yang belum mantap sekaligus menjaga kualitas jalan yang telah berada dalam kondisi baik.
Realisasi target tersebut nantinya akan bergantung pada pelaksanaan program, ketersediaan anggaran, ketepatan penentuan prioritas, serta pengawasan mutu pekerjaan di lapangan.









