Jakarta,(Tabloidpilarpost.com) — Ribuan pekerja di berbagai daerah menuntut kepastian dari pemerintah terkait kelanjutan Bantuan Subsidi Upah (BSU) pada tahun 2025. Pasalnya, hingga September ini belum ada pengumuman resmi apakah BSU akan kembali dicairkan untuk periode baru.
Sejak diluncurkan pada masa pandemi, BSU menjadi salah satu program andalan pemerintah untuk menjaga daya beli pekerja berpenghasilan rendah. Tahun 2025, pemerintah tercatat sudah menyalurkan BSU untuk periode Juni dan Juli dengan jumlah penerima mencapai 14,95 juta pekerja. Namun, kabar mengenai pencairan berikutnya masih simpang siur.
“Kami berharap pemerintah segera memberikan kepastian. BSU sangat membantu meringankan beban, apalagi harga kebutuhan pokok terus naik,” ujar Rudi Hartono, buruh pabrik garmen di Bekasi, Kamis (11/9/2025).
Serikat buruh juga menegaskan bahwa subsidi upah tidak boleh dihentikan secara tiba-tiba tanpa ada program pengganti. “BSU adalah hak pekerja yang berpenghasilan di bawah Rp 3,5 juta. Kalau dihentikan, jutaan keluarga akan terdampak,” kata Said Iqbal, Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI).
Di sisi lain, pemerintah melalui Kementerian Ketenagakerjaan masih melakukan evaluasi terkait efektivitas program ini. “BSU untuk tahun berjalan sudah disalurkan sesuai target. Untuk pencairan periode berikutnya, kami masih menunggu keputusan rapat koordinasi dengan kementerian terkait,” ujar Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah.
Pemerintah berjanji akan memberikan kepastian sebelum akhir September 2025, seiring pembahasan revisi RAPBN 2026 yang tengah berlangsung.









