Semarang,(tabloidpilarpost.com) —
Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang resmi meluncurkan program PIJAR SEMAR atau Perlindungan Sosial Pekerja Rentan Kota Semarang, sebagai wujud nyata komitmen pemerintah daerah dalam memberikan jaminan sosial bagi masyarakat pekerja sektor informal.
Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti menjelaskan bahwa program ini menjadi langkah penting untuk memperluas perlindungan sosial, terutama bagi pekerja yang selama ini belum terjangkau oleh sistem jaminan ketenagakerjaan.
“Kesejahteraan pekerja merupakan fondasi penting dalam membangun kota yang kuat. Pemerintah hadir untuk memastikan bahwa setiap pekerja, termasuk mereka yang bekerja di sektor informal, memiliki perlindungan sosial yang layak,” ujar Agustina saat peresmian program tersebut, Senin (10/11/2025).
Melalui PIJAR SEMAR, Pemkot Semarang memberikan perlindungan Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM) kepada para pekerja rentan, seperti tukang parkir, pedagang kaki lima, nelayan, petani, hingga tenaga kebersihan.
Program ini diatur melalui Peraturan Wali Kota Semarang Nomor 26 Tahun 2025, dan sejauh ini telah mencakup 7.217 pekerja rentan.
Sebanyak 6.717 pekerja dibiayai melalui dana APBD Kota Semarang, sementara 500 pekerja lainnya melalui Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT).
Pemkot Semarang menargetkan pada tahun 2026 jumlah penerima manfaat meningkat menjadi 7.500 pekerja melalui APBD dan 1.000 pekerja dari dana DBHCHT.
Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kota Semarang, Eko Suharto, menambahkan bahwa pihaknya terus berkoordinasi dengan BPJS Ketenagakerjaan untuk memastikan penyaluran manfaat berjalan lancar dan tepat sasaran.
“Kami ingin memastikan tidak ada lagi pekerja di Semarang yang kehilangan mata pencaharian tanpa perlindungan sosial. Setiap kecelakaan kerja harus ditangani dengan cepat dan terjamin,” jelasnya.
Langkah ini mendapat apresiasi dari berbagai kalangan, termasuk pekerja sektor informal. Salah satu pedagang kaki lima di kawasan Tlogosari, Suwarni (42), mengaku terbantu dengan adanya program ini.
“Dulu kalau sakit atau kecelakaan, bingung bayar. Sekarang kalau ikut PIJAR SEMAR, jadi lebih tenang,” katanya.
Peluncuran PIJAR SEMAR diharapkan menjadi inspirasi bagi daerah lain dalam memperkuat jaminan sosial dan meningkatkan kesejahteraan pekerja rentan di seluruh Indonesia.
Senoaji









