Jakarta, (tabloidpilarpost.com) – Gerakan Aksi Moral Mahasiswa (GAMMA) Provinsi Banten mendatangi Kantor Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (Ditjen SDA) Kementerian Pekerjaan Umum di Jalan Pattimura, Jakarta Selatan, Rabu (15/07/2026), untuk menyampaikan aspirasi terkait dugaan penyimpangan dalam pelaksanaan Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) Tahun Anggaran 2026 di Provinsi Banten, khususnya Kabupaten Lebak.
Audiensi tersebut diterima oleh Direktorat Bina Operasi dan Pemeliharaan (Bina OP) Ditjen SDA Kementerian PU. Dalam pertemuan itu, GAMMA memaparkan hasil pemantauan lapangan yang menurut mereka mengindikasikan adanya dugaan ketidaksesuaian pelaksanaan pekerjaan dengan gambar rencana, spesifikasi teknis, serta Rencana Anggaran Biaya (RAB).
Ketua Umum GAMMA, Hudori, mengatakan pihak Direktorat Bina OP menyampaikan keprihatinan atas informasi yang disampaikan dalam forum audiensi tersebut.
“Direktorat Bina OP menyampaikan bahwa setiap tahun mereka selalu memberikan arahan kepada seluruh Balai Besar maupun Balai Wilayah Sungai agar memperkuat pengawasan terhadap pelaksanaan Program P3-TGAI. Mereka juga menyatakan akan menindaklanjuti informasi yang kami sampaikan,” ujar Hudori.
Menurut Hudori, Direktorat Bina OP berencana memanggil Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau Ciujung Cidurian (BBWSC3) guna meminta klarifikasi atas adanya dugaan penyimpangan dalam pelaksanaan Program P3-TGAI Tahun Anggaran 2026 di Kabupaten Lebak.
“Direktorat Bina OP menegaskan bahwa setiap tahun mereka selalu mengingatkan pihak balai agar mengawasi pelaksanaan P3-TGAI secara optimal. Menindaklanjuti informasi yang kami sampaikan, mereka akan memanggil BBWSC3 untuk meminta klarifikasi terkait dugaan penyimpangan tersebut,” kata Hudori.
Selain itu, lanjut Hudori, perwakilan Direktorat Bina OP yang hadir dalam audiensi, yakni Riski dan Nurul, meminta GAMMA segera menyampaikan laporan resmi kepada Direktur Jenderal SDA Kementerian PU yang memuat kronologi dugaan penyimpangan beserta data pendukung.
Laporan tersebut diharapkan memuat informasi mengenai dugaan ketidaksesuaian realisasi fisik pekerjaan dengan gambar, spesifikasi teknis, maupun RAB agar dapat menjadi dasar bagi Direktorat Bina OP bersama Direktorat Kepatuhan Intern dalam melakukan telaah sesuai ketentuan yang berlaku.
“Kami diminta segera mengirimkan laporan resmi kepada Direktur Jenderal SDA yang berisi kronologi dugaan penyimpangan, dugaan ketidaksesuaian pekerjaan dengan spesifikasi teknis dan RAB, serta data pendukung yang kami miliki agar dapat segera ditindaklanjuti,” jelas Hudori.
GAMMA menyatakan akan memenuhi permintaan tersebut dengan menyampaikan laporan resmi kepada Kementerian PU dalam waktu dekat.
Selain menempuh jalur administratif, organisasi mahasiswa tersebut juga menyatakan tengah mempertimbangkan aksi penyampaian pendapat di depan Kantor Kementerian Pekerjaan Umum sebagai bentuk desakan agar dilakukan evaluasi terhadap pelaksanaan Program P3-TGAI di wilayah kerja BBWSC3 Banten.
Hudori menambahkan, pihaknya juga berencana menyampaikan laporan kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Republik Indonesia apabila hasil kajian dan bukti yang dimiliki telah memenuhi ketentuan untuk ditindaklanjuti.
“Kami akan menempuh berbagai langkah sesuai mekanisme hukum, termasuk menyampaikan laporan kepada KPK apabila seluruh data dan bukti telah kami lengkapi. Kami juga akan terus mendorong evaluasi terhadap pelaksanaan Program P3-TGAI agar penggunaan anggaran negara berjalan secara transparan, akuntabel, dan sesuai ketentuan,” tegasnya.









