Jakarta,(tabloidpilarpost.com) – Pemerintah melalui Kementerian Pertanian (Kementan) bersama Badan Pangan Nasional (Bapanas) tengah menyiapkan kebijakan impor sapi perah guna memperkuat pasokan susu segar dalam negeri. Langkah ini diproyeksikan untuk mendukung pelaksanaan Program Makan Sekolah Nasional yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.
Menteri Pertanian menyebut, kebutuhan susu dalam negeri masih jauh dari mencukupi. Saat ini produksi susu segar baru mampu memenuhi sekitar 20–25% kebutuhan nasional, sementara sisanya masih bergantung pada impor susu bubuk. Dengan masuknya sapi perah impor, pemerintah berharap produksi susu segar meningkat signifikan.
“Program makan sekolah akan memberikan susu segar kepada jutaan anak setiap hari. Maka pasokannya harus berkelanjutan. Oleh karena itu, kita melakukan pengadaan sapi perah unggul untuk memperkuat produksi dalam negeri,” ujar Menteri Pertanian dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (9/9/2025).
Tahap awal, pemerintah akan mendatangkan sekitar 50 ribu ekor sapi perah dari Australia dan Selandia Baru. Sapi-sapi ini akan ditempatkan di sentra peternakan susu seperti Jawa Barat, Jawa Timur, dan Sumatera Utara, dengan melibatkan koperasi peternak lokal.
Kepala Bapanas menambahkan, keterlibatan peternak rakyat menjadi kunci utama. “Kita tidak hanya impor, tapi juga transfer teknologi dan pembinaan, agar peternak lokal bisa mandiri dalam waktu beberapa tahun ke depan,” tegasnya.
Program makan sekolah nasional yang ditargetkan berjalan mulai 2026 akan menyasar siswa SD, SMP, hingga madrasah dengan pemberian makanan bergizi, termasuk susu segar setiap hari. Dengan kebijakan ini, pemerintah berharap tidak hanya memperbaiki gizi anak, tetapi juga meningkatkan daya serap hasil peternakan lokal.
Sejumlah pengamat menilai, langkah impor sapi perah bisa menjadi strategi jangka pendek untuk memenuhi kebutuhan susu, namun pemerintah tetap perlu memastikan kemandirian produksi susu nasional dalam jangka panjang.
Dengan kebijakan ini, pemerintah menegaskan bahwa pemenuhan gizi anak bangsa adalah prioritas, dan sektor pertanian serta peternakan akan menjadi tulang punggung keberhasilan program.









