Purwakarta, Jabar (tabloidpilarpost.com)- Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Pratikno, bersama Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto juga Wakil Menteri Pekerjaan Umum Diana Kusumastuti, serta Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono, meninjau langsung lokasi bencana Pergerakan tanah yang terjadi di cigintung desa Pasirmunjul kecamatan Sukatani Kabupaten Purwakarta Jawa Barat kamis (19/6/2025).
Hadir juga di lokasi Wakil Bupati Purwakarta Bang Ijo Hapidin beserta beberapa Penjabat Pemkab Purwakarta terkait lainnya.
Mentri PMK Pratikno bersama rombongan hadir untuk melihat langsung titik lokasi bencana sekaligus melihat para warga yang terdampak yang sudah di evakuasi di posko pengungsian untuk menyerahkan bantuan langsung berupa logistik Kedaruratan senilai Rp 254.994.300,- dan 100 sembako senilai Rp. 21.000.000,- bagi warga yang terdampak.
“Kami menjalankan perintah Presiden untuk mempercepat penanganan bencana ini, Tadi sudah kami lihat langsung kondisi pengungsi, baik yang berada di GOR desa maupun yang memilih tinggal mandiri bersama keluarga. Semuanya tetap harus dilayani,” ujar Menko PMK Pratikno kepada wartawan.
Ia menambahkan “Berdasarkan rekomendasi Badan Geologi, wilayah terdampak tersebut sudah tidak layak dihuni lagi, sehingga relokasi menjadi satu-satunya solusi” lanjutnya.
Hal yang sama juga di sampaikan oleh Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto bahwa kebutuhan dasar untuk para pengungsi telah terpenuhi, dan Proses relokasi akan segera dilakukan secepat mungkin.
“Kami sudah koordinasi dengan pihak terkait. Masyarakat diberikan dua pilihan relokasi, yaitu terpusat dan mandiri. Untuk relokasi mandiri, warga bisa menunjukkan lahan yang dimiliki, dan akan diverifikasi oleh Badan Geologi. Jika dinyatakan aman, proses relokasi langsung dipercepat,” ucapnya.
Sementara itu Wabup Purwakarta Bang Ijo Hapidin menyampaikan agar semua warga tetap waspada, “Pergerakan tanah kemungkinan masih akan terjadi, jadi kita harus tetap waspada, apalagi dulu lokasi ini pernah terjadi gempa, jaga kesehatan dan sabar karena pihak pemerintah Purwakarta, provinsi juga pemerintah Pusat tidak akan tinggal diam, kami akan bergerak secepat mungkin untuk memberikan bantuan dan solusi” Ujar bang Ijo. (*)









