Garut, (tabloidpilarpost.com) – Keberadaan Mobil Siaga Desa yang semestinya digunakan untuk membantu kebutuhan darurat masyarakat kembali menjadi sorotan warga Desa Cihaurkuning, Kecamatan Malangbong, Kabupaten Garut.
Pasalnya, saat ada warga yang membutuhkan pertolongan cepat akibat terjatuh dari kendaraan bermotor di halaman rumahnya pada Minggu (20/04/2025), mobil siaga desa disebut tidak dapat digunakan.
Informasi tersebut disampaikan salah seorang warga Desa Cihaurkuning melalui pesan WhatsApp kepada awak media. Warga mengaku kecewa lantaran kendaraan yang dibeli menggunakan Dana Desa tahun 2024 itu diduga lebih sering digunakan untuk kepentingan pribadi Kepala Desa dibanding pelayanan masyarakat.
Menurut warga, korban akhirnya harus dibawa ke RS Malangbong menggunakan mobil terbuka karena mobil siaga desa tidak tersedia saat dibutuhkan.
“Mobil yang dipakai membawa pasien dari Kampung Haurkuning sampai ke RS Malangbong bukan mobil siaga Desa Cihaurkuning,” ungkap seorang warga yang enggan disebutkan namanya.
Warga menilai, fungsi Mobil Siaga Desa seharusnya diperuntukkan penuh bagi kepentingan masyarakat, khususnya dalam kondisi darurat, bukan menjadi kendaraan yang terkesan hanya digunakan oleh pihak tertentu.
Kekecewaan warga pun semakin muncul karena kendaraan tersebut dibeli menggunakan anggaran desa yang bersumber dari Dana Desa, sehingga keberadaannya dianggap milik bersama masyarakat.
“Warga mempertanyakan mobil desa yang dibeli menggunakan anggaran desa, namun terkesan menjadi milik kepala desa,” ujar warga lainnya.
Selain itu, warga juga berharap agar ke depan Pemerintah Desa Cihaurkuning mengganti kendaraan tersebut dengan ambulans desa agar pemanfaatannya lebih jelas dan tidak digunakan untuk kepentingan pribadi.
“Harapan warga, mobil siaga desa diganti dengan ambulans supaya tidak dipakai untuk keperluan pribadi kepala desa dan keluarganya,” tambah warga.
Sementara itu, saat dikonfirmasi awak media melalui sambungan WhatsApp, Kepala Desa Cihaurkuning, Iwan membantah dirinya menggunakan mobil siaga desa untuk kepentingan pribadi.
Ia menjelaskan bahwa mobil siaga saat itu sedang berada di garasi desa.
“Saya saat ini tidak memakai mobil siaga desa karena saya punya mobil pribadi. Kebetulan sopir yang biasa membawa mobil siaga desa sedang bersama saya,” ujar Kepala Desa Cihaurkuning.

![]()









