Nunukan,(Tabloidpilarpost.com)-Warga masyarakat jalan Imam Bonjol (Simpang Air Terjun) Mambunut RT.12, Kelurahan Salisun, Kecamatan Nunukan Selatan, Kabupaten Nunukan bersama panitia, menggelar peringatan Hari Besar Islam Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1445 H/ 2024 M di Masjid Al Aqsa, Minggu (25/02/2024) pagi.
Adapun tema yang diusung adalah, “Mewujudkan Ukhuwah Islamiyah dan Menambahkan Akhlakul Karimah”.

Dari hasil pantauan media ini, tampak hadir Babinsa Kelurahan Salisun, Ustadz Rofi’i bersama rombongan, Imam Masjid Al Aqsa, pihak panitia penyelenggara, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Tokoh Pemuda, dan para Ibu- ibu tampak antusias mendengarkan Tausiyah yang dibawakan oleh Ustadz Rofi’i.
Dalam sambutan yang disampaikan oleh Bapak,Asri selaku Panitia pelaksana peringatan Isra’ Mi’raj 1445 H/ 2024 M.
Bapak, Asri menyampaikan ucapan terima kasih kepada Ustadz Rofi’i dan para undangan, serta segenap panitia, para Jamaah yang sudah berpartisipasi dalam menunjang terselenggaranya acara ini.
Kata Asri, Semoga dengan kegiatan ini akan meningkatkan keimanan kita kepada Allah SWT, menambah rasa cinta kita kepada baginda Nabi Besar Muhammad SAW dan juga kepada para ulama.
“Mari kita jadikan momentum Isra Miraj ini sebagai cerminan untuk kita dalam meneladani akhlak yang dimiliki oleh Nabi Muhammad SAW, untuk meningkatkan ketaatan dan ketaqwaan kita kepada Allah SWT dan juga untuk menambahkan rasa cinta kita kepada Nabi besar Muhammad SAW”,ujar Asri.
Selanjutnya dalam tausiyahnya Ustadz Rofi’i menyampaikan bahwa, Peristiwa Isra’ Mi’raj merupakan perjalan spritual Nabi Muhammad SAW, yaitu dilakukannya perjalanan dari Masjidil Haram ke Masjid Al Aqsa hingga naik ke langit ke tujuh atau Sidratul Muntaha.
“Peristiwa Isra Miraj merupakan mukjizat Nabi Muhammad SAW berupa perjalanan ke langit ketujuh yang terjadi dalam satu malam.
Perjalanan ini ditandai sebagai tonggak penting dalam kalender Islam. Peristiwa Mi’raj ini yang nantinya memunculkan adanya perintah sholat wajib 5 waktu bagi umat Islam.

Jika peristiwa ini diyakini sebagai peristiwa penting, maka yang menjadi esensi dalam peristiwa penting tersebut adalah kewajiban sholat. Sholat menjadi satu satunya perintah dari Allah SWT diberikan kepada Nabi muhammad dan umatnya yang tidak bisa diwakili”, ujar Ustadz Rofi’i.(Rdm).









