Bandung Barat, (Tabloidpilarpost.com)- Penghargaan bergengsi dalam kategori Kepala Daerah atau Pembina Administrasi Kependudukan Terinisiatif Dalam Atensi dan Dukungan Anggaran diberikan kepada Penjabat (Pj.) Bupati Bandung Barat, Arsan Latif.
Penghargaan tersebut diserahkan oleh Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kemendagri, DR. Drs. Teguh Setyabudhi, M.Pd pada acara Forum Perangkat Daerah Disdukcapil Provinsi Jawa Barat di Convention Hall Hotel Harris Bandung. Senin, (19/02/2024).
Arsan Latif diberi penghargaan atas perannya yang signifikan dalam mempercepat proses perekaman dan pencetakan E-KTP bagi para pemilih pemula menjelang Pemilu 2024.
Dalam keterangannya, Arsan menyebutkan bahwa permasalahan kependudukan merupakan hal yang tidak bisa diabaikan oleh pemerintah daerah, terutama dalam konteks persiapan Pemilu.
“Waktu itu, saya memerintahkan Disdukcapil untuk segera melakukan percepatan proses perekaman E-KTP. Namun kami terkendala oleh keterbatasan blanko dan alat perekaman yang dimiliki. Dan dalam rangka percepat kami sudah mendapatkan 32 ribu blanko dari Kemendagri, tapi masih membutuhkan 5 alat perekaman baru. Sementara untuk pengadaannya tidak ada pada DPA,” katanya.
Pada saat terkendala oleh keterbatasan blanko dan alat perekaman, Arsan Latif mengambil langkah tegas dengan memanfaatkan Biaya Tak Terduga (BTT) sesuai dengan aturan yang ada. Langkah ini diambil untuk memastikan percepatan proses perekaman E-KTP tidak terhambat oleh kendala anggaran.
Oleh karena itu, mengacu pada pasal 69 ayat 2 PP Nomor12 Tahun 2019 tentang Keuangan Daerah yang mengatakan apabila ada pelayanan dasar yang belum tersedia anggarannya maka bisa menggunakan Biaya Tak Terduga (BTT) apabila dalam keadaan mendesak.
“Dan menjelang pemilu, kami menggelontorkan sejumlah anggaran dari BTT untuk 5 alat tersebut mengacu pada pasal 69 ayat 2 PP Nomor12 Tahun 2019 tentang Keuangan Daerah. Mungkin hal tersebut yang mendasari Kemendagri memberikan penghargaan ini,” ungkapnya.
Dukungan ini membawa hasil yang memuaskan, di mana hampir 90 persen pemilih pemula dan masyarakat lainnya di Kabupaten Bandung Barat berhasil direkam E-KTP-nya.
Hal ini juga tercermin dalam angka partisipasi masyarakat pada Pemilu 2024 yang mencapai 88 persen, menunjukkan tingginya kesadaran politik di wilayah tersebut.
“Alhamdulillah, berdasarkan data sementara, angka partisipasi masyarakat Kabupaten Bandung Barat pada pelaksanaan Pemilu 2024 mencapai 88 persen. Ini menunjukan bahwa kesadaran politik masyarakat juga semakin tinggi,” terangnya.
Untuk terus mengefektifkan proses perekaman dan pencetakan E-KTP di Kabupaten Bandung Barat, Arsan akan menyebar 5 alat tersebut ke seluruh wilayah.
Jika diperlukan, tambahan alat akan disediakan sesuai dengan kebutuhan dan prioritas. Langkah-langkah ini diharapkan dapat terus mendukung pelaksanaan Pemilu serta kebutuhan dasar masyarakat terkait administrasi kependudukan.
***DISKOMINFOTIK KBB
![]()









