BENGKULU, TABLOIDPILARPOST.COM – Pekerjaan rekonstruksi ruas Jalan Kalimantan, Kota Bengkulu, kini memasuki tahap pelebaran dan persiapan pengaspalan. Proyek infrastruktur dengan panjang penanganan sekitar 1,5 kilometer tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas jalan sekaligus mendukung upaya mengurangi persoalan banjir yang selama ini kerap dikeluhkan masyarakat setempat.
Berdasarkan papan informasi proyek di lokasi pekerjaan, kegiatan rekonstruksi ruas Jalan Kalimantan berada di bawah Pemerintah Provinsi Bengkulu melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Bengkulu.

Proyek tersebut memiliki nilai kontrak sebesar Rp19.204.110.263, bersumber dari APBD Provinsi Bengkulu Tahun Anggaran 2026, dengan masa pelaksanaan selama 99 hari kalender.
Adapun pekerjaan konstruksi dilaksanakan oleh PT Kamajaya Adiguna, dengan kontraktor pengawas CV Dinamika Consultant.
Sartono, selaku pelaksana lapangan, saat dikonfirmasi menjelaskan bahwa pekerjaan saat ini telah memasuki tahap pelebaran dan selanjutnya akan dilanjutkan dengan pengaspalan. Panjang penanganan ruas jalan tersebut mencapai sekitar 1,5 kilometer.
Pembangunan infrastruktur ini mendapat sambutan positif dari masyarakat setempat. Salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan bahwa banjir selama ini menjadi persoalan yang kerap mereka hadapi, terutama ketika hujan turun dengan intensitas tinggi.
“Kami sangat berterima kasih kepada Bapak Helmi Hasan selaku Gubernur Bengkulu atas perhatian terhadap pembangunan infrastruktur ini. Harapan kami, ke depannya masyarakat tidak lagi merasa khawatir terhadap banjir ketika hujan lebat mengguyur Kota Bengkulu,” ungkapnya.
Sementara itu, terkait perkembangan pelaksanaan pekerjaan, salah seorang pengawas menyampaikan bahwa progres proyek diperkirakan telah mencapai sekitar 60 hingga 70 persen.
Di tengah berlangsungnya pembangunan, masyarakat juga menyampaikan perhatian terhadap dampak debu yang ditimbulkan selama aktivitas pekerjaan. Warga berharap pihak kontraktor pelaksana lebih rutin melakukan penyiraman air di sepanjang area konstruksi agar debu tidak mengganggu aktivitas maupun kenyamanan masyarakat sekitar.
“Kami berharap pihak kontraktor pelaksana lebih sering melakukan penyiraman air. Apabila tidak ada penyiraman, kami masyarakat yang terkena dampaknya karena debu jalanan sangat tebal,” ujar salah seorang warga setempat.
Masyarakat berharap pekerjaan rekonstruksi tersebut dapat diselesaikan dengan baik sesuai ketentuan yang telah ditetapkan, tanpa mengabaikan kualitas konstruksi serta kenyamanan lingkungan selama proses pembangunan berlangsung.
Dengan nilai kontrak mencapai lebih dari Rp19,2 miliar dan masa pelaksanaan 99 hari kalender, proyek ini diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Tidak hanya meningkatkan kualitas akses transportasi, tetapi juga mendukung upaya penanganan persoalan banjir yang selama ini menjadi keluhan warga di kawasan Jalan Kalimantan, Kota Bengkulu.
Rudi Efendi kabiro Bengkulu TABLOIDPILARPOST.COM
Menelusuri Fakta, Menguji Data, Mengawal Kebenaran.
![]()









