Lebak- tabloidpilarpost.com Pengamat politik lokal Banten H Eli Sahroni berpendapat tentang Bendahara Umum DPP Gapensi merupakan langkah strategis Nabil Jayabaya Menuju Nakhoda DPC Demokrat
Peta politik di Kabupaten Lebak kembali bergeliat dan menghangat. Kejutan besar datang dari salah satu tokoh muda paling berpengaruh di tanah jawara, Moch. Nabil Jayabaya.
Keputusannya untuk secara resmi mengenakan seragam biru berlambang Mercy pada Musda V Demokrat Banten bukan sekadar kepindahan biasa, melainkan sebuah manuver politik tingkat tinggi yang diprediksi akan mengubah konstelasi kepemimpinan di daerah.
Sultan Mutiara dan Kedekatan Akar Rumput
Nabil Jayabaya selama ini dikenal publik bukan hanya sebagai pengusaha muda yang sukses dengan julukan “Sultan Mutiara”, melainkan sebagai figur yang memiliki investasi sosial sangat kuat. Rekam jejaknya yang gemar turun langsung membantu masyarakat bawah, memperbaiki jalan rusak, hingga aktif mendengar keluhan warga di pelosok Lebak, membuatnya memiliki ikatan emosional yang erat dengan akar rumput.
Kombinasi antara kekuatan finansial, jaringan bisnis (Gapensi), dan popularitas sosial inilah yang membuat kehadirannya menjadi magnet politik yang luar-biasa bagi Partai Demokrat.
Menurut King Badak sapaan akrab H Eli Sahroni , Kursi Ketua DPC Demokrat Lebak di Depan Mata
Pasca-bergabungnya Nabil di tingkat wilayah, angin segar langsung berembus ke daerah.
Publik dan kalangan internal partai kini meyakini satu hal: Nabil Jayabaya dipastikan akan menduduki jabatan strategis sebagai Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Lebak melalui Musyawarah Cabang (Muscab) yang direncanakan digelar pada akhir bulan Agustus ini.
Masuknya Nabil dipandang sebagai suntikan energi baru (inkubator politik) yang mampu mendongkrak marwah dan kejayaan Demokrat di Lebak secara signifikan.
Pintu Masuk Menuju Panggung Pilkada Lebak
Jika ditarik garis merah, langkah ini jelas bukan sekadar taktik jangka pendek untuk mengamankan posisi struktural partai.
Analisis King Badak menunjukkan bahwa menakhodai DPC Demokrat Kabupaten Lebak adalah pintu masuk utama (golden ticket) bagi Nabil Jayabaya menuju panggung kontestasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) mendatang.
Hubungan kekeluargaan Nabil yang merupakan adik kandung dari pemimpin daerah dan jajaran fungsionaris utama kian memperkuat fondasi ini. Dengan memegang kendali penuh atas perahu politik berukuran besar seperti Demokrat, Nabil tidak hanya memiliki tiket pencalonan, tetapi juga daya tawar posisi yang sangat kokoh untuk maju sebagai Calon Bupati (Cabup) maupun Calon Wakil Bupati (Cawabup) Lebak.
King Badak menyimpulkan
Langkah Nabil Jayabaya ini adalah simbiosis mutualisme politik yang sempurna. Bagi Demokrat, mereka mendapatkan figur muda visioner yang dicintai masyarakat. Bagi Nabil, Demokrat adalah kendaraan taktis yang siap mengantarkannya dari ruang usaha dan aksi sosial langsung menuju kursi pengambil kebijakan utama di Kabupaten Lebak.
Mari kita tunggu gebrakan berikutnya di akhir Agustus pada Muscab Demokrat nanti!
Achmad Khotib Kaperwil BANTEN









