Bantaeng, (tabloidpilarpost.com) – Pemerintah Kabupaten Bantaeng kembali menegaskan komitmennya dalam mewujudkan Kabupaten Layak Anak (KLA) melalui penyelenggaraan Grand Final Pemilihan Duta Anak Kabupaten Bantaeng Tahun 2026 yang berlangsung di Gedung Balai Kartini, Senin (22/6).
Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Ketua Tim Penggerak PKK sekaligus Bunda Forum Anak Kabupaten Bantaeng, Gunya Paramasukhaputri, yang ditandai dengan pemukulan gong sebagai simbol dimulainya ajang tahunan bagi generasi muda Bantaeng.
Dalam sambutannya, Gunya Paramasukhaputri menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Bantaeng memiliki komitmen kuat untuk mewujudkan Kabupaten Layak Anak. Salah satu langkah nyata yang dilakukan adalah memberikan ruang kepada anak-anak untuk menyampaikan aspirasi, berpartisipasi aktif, serta menjadi pelopor perubahan di lingkungan masing-masing.
“Duta Anak bukan sekadar gelar atau salempang. Tugas kalian adalah menjadi teladan bagi teman-teman sebaya, menjadi penyambung lidah anak-anak lain kepada kami orang dewasa, serta menjadi agen perubahan dalam berbagai isu anak, seperti perlindungan dari kekerasan, perundungan, perkawinan anak, hingga penggunaan gadget secara bijak,” ujarnya.
Ia juga berpesan kepada seluruh finalis agar senantiasa menampilkan kepribadian yang jujur, berani, kreatif, serta memiliki kepedulian tinggi terhadap lingkungan dan sesama. Menurutnya, akhlak yang baik dan sikap rendah hati merupakan bekal penting dalam menjalankan peran sebagai generasi penerus bangsa.
“Selamat berkompetisi. Ingatlah bahwa setiap peserta merupakan anak-anak terbaik yang telah melalui berbagai tahapan seleksi. Menang atau tidak, kalian semua adalah generasi hebat yang memiliki kesempatan untuk memberikan kontribusi positif bagi masyarakat. Semoga terpilih Duta Anak yang mampu menginspirasi dan mengharumkan nama Kabupaten Bantaeng,” tuturnya.
Tahun ini, Pemilihan Duta Anak Kabupaten Bantaeng diikuti oleh 31 peserta yang berasal dari berbagai kecamatan dan sekolah di Kabupaten Bantaeng. Setelah melalui proses seleksi yang ketat, sebanyak 16 finalis terbaik berhasil melaju ke babak Grand Final.
Kegiatan pembukaan Grand Final turut dihadiri Staf Ahli Sekretariat Daerah Kabupaten Bantaeng, Drs. H. Muslimin, para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Ketua Yayasan Bantuan Hukum Perempuan dan Anak Bangkit Bantaeng, Putri Fatimah Nurdin, serta para kepala sekolah dan madrasah dari seluruh finalis Duta Anak Kabupaten Bantaeng.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Bantaeng berharap dapat melahirkan generasi muda yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga mampu menjadi pelopor dan pelapor dalam upaya perlindungan serta pemenuhan hak-hak anak di Kabupaten Bantaeng.
![]()









