Malang, (tabloidpilarpost.com) – Merebaknya informasi terkait dugaan penculikan anak yang viral di sejumlah daerah belakangan ini memunculkan keresahan di tengah masyarakat. Menyikapi kondisi tersebut, Kepala Desa Rejoyoso, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang, Abdul Manaf, mengeluarkan himbauan kepada seluruh warga agar tetap tenang, meningkatkan kewaspadaan, dan tidak mudah terprovokasi informasi yang belum jelas kebenarannya.
Himbauan tersebut disampaikan melalui perangkat Desa Rejoyoso, Timbul atau M. Lestari, pada Kamis (21/05/2026), mengingat Kepala Desa Abdul Manaf saat ini tengah menjalankan ibadah haji.
Dalam pesannya, Abdul Manaf meminta seluruh masyarakat, khususnya para Ketua RT dan RW, untuk aktif menyampaikan informasi yang positif dan menenangkan kepada warga.
“Kami menghimbau kepada seluruh masyarakat Desa Rejoyoso agar tidak takut dan resah secara berlebihan terkait isu penculikan anak yang sedang viral. Namun demikian, kewaspadaan tetap harus ditingkatkan,” ujar Abdul Manaf melalui perangkat desa.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah mempercayai maupun menyebarkan video atau informasi yang sumbernya tidak jelas dan tidak dapat dipertanggungjawabkan.
“Jangan terburu-buru meng-share informasi atau video sebelum dipastikan kebenarannya. Pelajari terlebih dahulu sumber informasinya,” lanjutnya.
Selain itu, warga diminta memberikan pemahaman kepada anak-anak agar tidak mudah percaya kepada orang asing yang baru dikenal. Orang tua juga diminta meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas anak saat berada di luar rumah.
Tak hanya itu, masyarakat diimbau untuk tidak memakaikan perhiasan berlebihan kepada anak-anak dan segera melapor kepada RT/RW setempat apabila menemukan orang yang mencurigakan di lingkungan sekitar.
“Jika dalam kondisi mendesak, segera minta pertolongan kepada warga di sekitar lokasi,” tambahnya.
Langkah himbauan ini dinilai sebagai bentuk kepedulian Pemerintah Desa Rejoyoso dalam menjaga kondusivitas wilayah sekaligus mencegah kepanikan massal akibat penyebaran informasi yang belum tentu benar.
Pemdes Rejoyoso menilai, kepanikan publik justru dapat menimbulkan dampak sosial yang lebih luas apabila masyarakat mudah terprovokasi oleh isu-isu yang tidak valid.
Selain mencegah keresahan, himbauan tersebut juga bertujuan menangkal penyebaran hoaks yang saat ini sangat mudah beredar melalui media sosial maupun aplikasi percakapan digital.
Dalam keterangannya, Abdul Manaf menegaskan bahwa stabilitas dan ketenangan masyarakat merupakan faktor penting agar aktivitas sosial dan ekonomi warga tetap berjalan normal.
“Ketenangan masyarakat adalah hal utama. Dengan tetap waspada namun tidak panik, warga diharapkan bisa menjalani aktivitas sehari-hari dengan aman dan nyaman,” tegasnya.
Melalui pendekatan yang humanis dan mengedepankan semangat gotong royong, Pemerintah Desa Rejoyoso berharap masyarakat tetap menjaga solidaritas serta memperkuat komunikasi antarwarga dalam menghadapi berbagai isu sosial yang berkembang.
Himbauan tersebut sekaligus menjadi ajakan agar masyarakat lebih bijak dalam menggunakan media sosial serta selalu mengutamakan informasi resmi dari pemerintah maupun aparat berwenang.









