Karawang, (tabloidpilarpost.com) – Polres Karawang melaksanakan kegiatan monitoring dan pelayanan aksi unjuk rasa yang digelar oleh sejumlah organisasi masyarakat (Ormas) yakni LMP, GSI, dan XTC Kabupaten Karawang. Aksi penyampaian pendapat tersebut berlangsung di kawasan PT TJ Forge Indonesia Plant 2, KIIC Karawang, Kamis (11/12/2025).
Kegiatan yang dipusatkan di halaman parkir PT TJ Forge Plant 2, Desa Sirnabaya, Kecamatan Telukjambe Timur ini dipimpin langsung oleh Kapolres Karawang AKBP Fiki N. Ardiansyah. Hadir pula Dandim 0604 Karawang Letkol Inf Naryanto, Wadanyon C Pelopor Kompol Dudin Taptajani, pejabat utama Polres Karawang, unsur TNI, serta satuan tugas gabungan dengan total 264 personel.
Dalam arahannya, Kapolres menginstruksikan personel Sat Lantas, Unit Patroli, dan petugas tertutup untuk mengantisipasi potensi gangguan terhadap aktivitas pengangkutan limbah sisa produksi perusahaan. Ia menyebutkan bahwa pengawalan khusus diperlukan agar tidak terjadi penghadangan, aksi premanisme, maupun provokasi saat kendaraan pengangkut limbah melintas.
“Pengawalan harus dilakukan cepat, terukur, dan tetap mengutamakan keselamatan,” tegas Kapolres.
Kapolres juga mengingatkan seluruh personel untuk tetap siaga terhadap kemungkinan provokasi yang dapat mengganggu ketertiban umum. Jika terjadi potensi gangguan, ia menegaskan bahwa petugas tidak boleh ragu mengambil tindakan tegas sesuai prosedur hukum.
AKBP Fiki memastikan bahwa pengamanan aksi unjuk rasa berjalan ketat demi menjaga stabilitas di wilayah hukum Polres Karawang. Ia menegaskan bahwa Polri memiliki kewenangan mengalihkan lokasi orasi apabila lokasi awal dinilai membahayakan keselamatan, mengganggu proses produksi, atau berpotensi menimbulkan gangguan kamtibmas.
Dalam kesempatan tersebut, Kapolres juga memberikan pemahaman bahwa aksi unjuk rasa tidak dibenarkan dilakukan di dalam lingkungan Kawasan Industri yang berstatus Objek Vital Nasional (Obvitnas). Ketentuan ini diberlakukan untuk mencegah terganggunya produktivitas industri strategis.
“Kami tetap memberikan pelayanan terbaik agar aspirasi masyarakat tersalurkan, namun tanpa mengganggu keberlangsungan investasi di Karawang sebagai pusat industri terbesar di Indonesia,” ujar AKBP Fiki Ardiansyah.
![]()









