Malang,(tabloidpilarpost.com) – Dua warga Dusun Wotgalih, Desa Rejoyoso, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang, mengalami musibah kebakaran rumah pada Sabtu (06/09/2025) sekitar pukul 16.45 WIB. Kejadian tersebut menghebohkan warga sekitar. Menyikapi hal itu, Pemerintah Desa (Pemdes) Rejoyoso bergerak cepat dengan mengadakan musyawarah pada Senin (08/09/2025) bersama berbagai elemen masyarakat melalui wadah GERMAS (Gerakan Masyarakat).
Musyawarah tersebut dihadiri Kades Rejoyoso Abdul Manaf, Ketua BPD Sarju, perangkat desa, pendamping desa, RT/RW, dan tokoh masyarakat. Selain itu, unsur Muspika Bantur juga ikut mendampingi, di antaranya Camat Bantur Bayu Jatmiko, S.STP yang diwakili Edy Purnomo, Kapolsek Bantur, Danramil melalui Babinsa, serta awak media.
Ketua GERMAS Sarju menjelaskan bahwa Pemdes Rejoyoso akan memberikan bantuan berupa program bedah rumah dengan nilai material Rp 8,5 juta (setelah dipotong pajak). Dana tersebut dikelola oleh GERMAS, sedangkan pelaksanaan pembangunan diserahkan kepada pihak keluarga dengan sistem gotong royong. Apabila ada bantuan tambahan dari pihak lain, tetap akan disalurkan melalui GERMAS agar lebih jelas dan transparan.
Dalam musyawarah itu juga disepakati bahwa pembangunan rumah korban akan segera dimulai. Dana sementara ditanggung lebih dulu oleh Kades Abdul Manaf, karena anggaran desa baru bisa dicairkan tahun depan sesuai aturan.

Salah satu korban, Sehmi, warga RT 08/RW 02 Dusun Wotgalih, mengungkapkan kesedihannya.
“Ya bagaimana lagi, Pak, semua sudah habis. Uang Rp 250 ribu dan surat-surat juga terbakar, hanya KTP yang tersisa. Alhamdulillah saya masih dapat bantuan material, terima kasih,” ujarnya.
Korban lainnya, Sunarmi Purwati, menyampaikan bahwa kebakaran terjadi akibat korsleting listrik.
“Saya korban kebakaran, dan penyebabnya bukan dari kompor atau orang yang membakar kayu, melainkan murni korsleting listrik. Dua rumah habis terbakar, kerugian saya sekitar Rp 3 juta, termasuk sepeda motor, dua sepeda mini, dan seluruh surat-surat. Saya berterima kasih atas bantuan bedah rumah dari desa,” ucapnya.
Sementara itu, Timbul (M. Lestari) menegaskan bahwa klarifikasi ini penting untuk meluruskan isu yang beredar di masyarakat.
“Tadi malam ada laporan warga yang mengaitkan penyebab kebakaran dengan hal-hal lain. Maka dari itu kami bersama Muspika Bantur, tokoh masyarakat, dan korban langsung mengklarifikasi. Korban menegaskan bahwa penyebabnya benar-benar korsleting listrik, tidak ada unsur lain. Semoga tidak ada tafsir yang berkembang di masyarakat,” katanya.
Ketua GERMAS sekaligus Ketua BPD, Sarju, menambahkan bahwa kejadian kebakaran yang menghanguskan dua rumah itu dipicu arus pendek listrik dari PLN.
“Alhamdulillah Pemdes hari ini bisa melaksanakan program bedah rumah yang bersumber dari Dana Desa (DD). Saya juga ditunjuk sebagai panitia sekaligus koordinator penggalangan donasi untuk korban,” jelasnya.
Saat ini kondisi rumah korban sangat memprihatinkan. Beruntung api tidak merembet ke rumah tetangga maupun lahan tebu di belakang rumah. Warga bersama-sama melakukan kerja bakti membersihkan puing-puing sisa kebakaran, sekaligus melakukan penggalangan dana.
Bagi masyarakat yang ingin membantu, donasi dapat disalurkan melalui GERMAS dengan menghubungi Ketua GERMAS Sarju di nomor WhatsApp +62 813-3456-3299 atau langsung ke Kantor Desa Rejoyoso.
![]()









