Bandung Barat, (tabloidpilarpost.com) – Pj Bandung Barat, Arsan Latif, mengukuhkan komitmen terhadap kemajuan peternakan dan perekonomian lokal melalui kehadiriannya dalam Rapat Anggota Tahunan (RAT) Koperasi Unit Desa (KUD) Puspa Mekar Tahun Buku 2023.
Acara yang digelar di Rumah Makan Ma Neng, desa Cihideung, Kecamatan Parompong, bukan hanya menjadi momentum untuk merayakan capaian, namun juga momen penting dalam meneguhkan komitmen pada demokrasi koperasi. Minggu, (21/04/2024).
Dalam momen tersebut, Arsan Latif tak hanya mengikuti jalannya RAT, namun juga melantik sejumlah pengurus KUD Puspa Mekar. Pelantikan ini menjadi bukti konkret dari peran serta aktif dalam memastikan roda perekonomian di tingkat desa terus bergerak maju.
“Sektor peternakan memegang peranan strategis dalam perekonomian Indonesia,” tegas Arsan dalam sambutannya, menekankan pentingnya kontribusi sektor peternakan dalam membangun ekonomi yang tangguh.
KUD Puspa Mekar, sebagai salah satu koperasi yang bergerak di bidang peternakan, khususnya sapi perah, menjadi tonggak penting dalam pertumbuhan ekonomi masyarakat Kabupaten Bandung Barat. Dengan populasi sapi perah yang mencapai 25.000 ekor, kontribusi mereka terhadap produksi susu di wilayah tersebut tak bisa dianggap remeh.
“Produksi Susu di KBB memegang peranan sangat penting baik di tingkat nasional maupun regional Jawa Barat. KUD Puspa Mekar menghasilkan susu rata-rata sebanyak 11.500 liter/hari,” ungkap Arsan, menyoroti kontribusi signifikan koperasi tersebut dalam memenuhi kebutuhan susu.
Namun, dalam kesuksesan yang diraih, Arsan tak lupa memberikan arahan kepada para peternak untuk senantiasa memperhatikan kualitas produk yang dihasilkan. “Kualitas adalah kunci dalam mempertahankan keunggulan,” tambahnya, sambil mengingatkan akan pentingnya menjaga rantai dingin untuk memperlambat pertumbuhan bakteri yang dapat merusak produk.
Dalam rangka meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi, Dinas Perikanan dan Peternakan (Dispernakan) KBB akan memberikan pembinaan kepada para peternak. “Kami akan memastikan bahwa peternak memiliki akses kepada pengetahuan dan teknologi terkini dalam bidang peternakan,” jelas Arsan, menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung sektor peternakan.
Tak hanya itu, Arsan juga mendorong pengelolaan limbah kotoran hewan dengan lebih bijak melalui pembuatan biogas. “Limbah pun dapat menjadi sumber energi yang bermanfaat bagi masyarakat,” paparnya, sambil mengimbau agar limbah hewan dikelola secara komunal dan dapat dijual melalui UMKM.
Dengan upaya-upaya tersebut, Arsan Latif berharap dapat melihat pertumbuhan yang lebih baik dalam sektor peternakan, serta kontribusi yang lebih besar bagi perekonomian lokal. “Kami akan terus mendukung para peternak dan pelaku UMKM untuk memastikan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan,” tandasnya, mengakhiri sambutannya dengan penuh semangat. ***
![]()









