Malang, (tabloidpilarpost.com) – Menjelang pelaksanaan Pesona Rejoyoso Volume 2, Polsek Bantur bersama unsur Muspika Kecamatan Bantur, panitia, dan perwakilan peserta menggelar rapat koordinasi (rakor) keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), Selasa (13/10/2026).
Rapat tersebut digelar untuk mematangkan persiapan agar festival budaya, seni, dan bazar UMKM yang diselenggarakan di Desa Rejoyoso, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang, dapat berlangsung aman, tertib, dan nyaman bagi pengunjung maupun warga setempat.
Sejumlah poin strategis menjadi pembahasan dalam rakor, mulai dari rekayasa lalu lintas untuk mengantisipasi kemacetan, pengaturan parkir kendaraan, hingga penegasan larangan minuman keras dan tindakan yang berpotensi mengganggu keamanan selama kegiatan berlangsung.
Panitia dan perwakilan kelompok peserta parade budaya juga diminta mematuhi ketentuan yang telah disepakati, termasuk menjaga ketertiban rombongan masing-masing serta menggunakan perangkat pengeras suara sesuai aturan yang berlaku.
Kapolsek Bantur, AKP Ahmad Taufik Syaifudin, S.H., M.H., menegaskan bahwa keberhasilan acara tidak hanya bergantung pada aparat keamanan, tetapi juga membutuhkan kerja sama TNI, pemerintah kecamatan, panitia, dan seluruh peserta.
Menurutnya, Pesona Rejoyoso Volume 2 bukan sekadar kegiatan hiburan, melainkan ruang bagi masyarakat untuk menampilkan kreativitas budaya sekaligus mendorong pergerakan ekonomi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) setempat.
“Pesona Rejoyoso Volume 2 bukan sekadar panggung hiburan, melainkan ruang kreativitas budaya sekaligus motor penggerak ekonomi bagi pelaku UMKM lokal. Acara ini juga merupakan keinginan warga sendiri. Karena itu, mari kita sukseskan bersama dengan menjaga nama baik Desa Rejoyoso dan Kecamatan Bantur,” tegasnya.
Kapolsek juga mengingatkan pentingnya pengawasan selama kegiatan berlangsung. Ia meminta panitia memastikan pelaksanaan acara berjalan sesuai kesepakatan, sementara setiap perwakilan peserta bertanggung jawab menjaga ketertiban kelompoknya.
“Tidak ada tempat untuk minuman keras, senjata tajam, ataupun tindakan provokatif lainnya. Jika menggunakan sound system, peserta wajib mematuhi batasan dan ketentuan daerah yang berlaku demi kenyamanan bersama,” ujarnya.
Ia berharap seluruh pihak dapat mengedepankan kedewasaan, saling menghormati, dan kepatuhan terhadap aturan sehingga kegiatan berlangsung meriah tanpa mengabaikan keselamatan masyarakat.
“Jika semua elemen kompak dan tertib, saya optimistis acara ini tidak hanya meriah, tetapi juga membawa manfaat dan meninggalkan kesan aman bagi semua orang,” tambahnya.
Ketua Panitia Pesona Rejoyoso Volume 2, Agus Budiono yang akrab disapa Gabud, mengapresiasi perhatian dan arahan dari jajaran kepolisian serta unsur Muspika Kecamatan Bantur.
Ia menyatakan panitia bersama jajaran pemerintah desa berkomitmen mengawal poin-poin hasil rakor agar pelaksanaan festival budaya tersebut berjalan sesuai rencana.
Koordinasi lintas sektor ini diharapkan menjadi langkah penting untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan, mengatur mobilitas pengunjung, serta menjaga kenyamanan masyarakat selama kegiatan berlangsung.
Dengan persiapan dan komitmen bersama, Pesona Rejoyoso Volume 2 diharapkan menjadi ajang pelestarian budaya sekaligus memberikan ruang promosi bagi UMKM lokal, tanpa mengesampingkan ketertiban dan keselamatan publik.









