Malang,(tabloidpilarpost.com) – Senyum dan rasa lega kini dirasakan warga RT 35/RW 07 Dusun Gumukmas, Desa Karangsari, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang. Penantian panjang masyarakat untuk memiliki akses jalan yang lebih layak akhirnya terwujud.
Jalan yang sebelumnya rusak, berlubang dan cukup menyulitkan aktivitas warga kini telah berubah menjadi jalan rabat beton yang lebih kokoh dan representatif.
Pembangunan tersebut disebut merupakan hasil dari aspirasi masyarakat yang diperjuangkan melalui program Pokok Pikiran (Pokir) DPRD Kabupaten Malang, dengan pengawalan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Malang Ir. H. Kholiq, M.AP, yang akrab disapa Abah Kholiq.
Bagi masyarakat setempat, perubahan kondisi jalan tersebut bukan sekadar pembangunan fisik. Jalan yang lebih baik memberikan kemudahan bagi warga dalam menjalankan aktivitas sehari-hari, termasuk akses anak-anak menuju sekolah dan mobilitas masyarakat menuju pusat kegiatan ekonomi.
Saat ditemui awak media, Jumat (11/9/2026), Abah Kholiq mengatakan pembangunan infrastruktur tersebut merupakan bagian dari komitmennya dalam memperjuangkan aspirasi masyarakat yang disampaikan dari tingkat dusun.
“Aspirasi masyarakat dari tingkat dusun adalah prioritas utama yang harus kami kawal di DPRD Kabupaten Malang. Rabat beton di Dusun Gumukmas ini merupakan perwujudan dari anggaran Pokir yang tepat sasaran,” ujar Abah Kholiq.
Menurutnya, pembangunan infrastruktur dasar seperti jalan memiliki dampak langsung terhadap kehidupan masyarakat.
“Kami berharap infrastruktur yang baik ini mampu memperlancar konektivitas warga, memudahkan anak-anak pergi sekolah, serta mempercepat perputaran roda ekonomi lokal di Kecamatan Bantur,” lanjutnya.
Ia berharap pembangunan yang telah terealisasi tersebut dapat dijaga dan dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh masyarakat.
Pemerintah Desa Karangsari turut menyambut baik terealisasinya pembangunan jalan tersebut.
Kepala Desa Karangsari H. Deni menyampaikan apresiasi atas sinergi yang terjalin dalam upaya mempercepat pembenahan infrastruktur di wilayah desa.
“Kami atas nama Pemerintah Desa Karangsari mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Abah Kholiq atas kepedulian dan kerja nyatanya. Kerja sama melalui lobi pembangunan Pokir ini sangat membantu kami dalam mempercepat pembenahan infrastruktur desa,” ungkap H. Deni.
Ia berharap jalan yang telah dibangun dapat dirawat secara bersama-sama agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.
“Semoga jalan rabat beton yang sudah mulus ini bisa dirawat bersama oleh warga dan membawa berkah bagi kesejahteraan masyarakat kita,” tambahnya.
Perubahan kondisi jalan tersebut mendapat sambutan positif dari warga Dusun Gumukmas.
Perwakilan warga RT 35/RW 07 mengaku pembangunan jalan sangat membantu aktivitas masyarakat, terutama ketika musim hujan.
“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur dan senang sekali. Dulu kalau musim hujan, jalan ini seperti kubangan lumpur, sangat licin dan membahayakan anak-anak yang mau berangkat sekolah atau warga yang mau ke pasar,” ungkapnya.
Kini, kondisi jalan yang telah diperkeras membuat aktivitas warga menjadi lebih mudah.
“Sekarang jalannya sudah dicor halus dan kokoh. Kami warga RT 35/RW 07 merasa sangat diperhatikan oleh Abah Kholiq dan Abah Deni. Terima kasih banyak, aktivitas kami sekarang jadi jauh lebih mudah dan lancar,” katanya.
Bagi warga Gumukmas, jalan rabat beton tersebut bukan sekadar proyek pembangunan fisik.
Jalan tersebut menjadi akses penting yang menghubungkan aktivitas masyarakat sehari-hari. Ketika kondisi jalan lebih baik, mobilitas warga menjadi lebih mudah, akses pendidikan lebih nyaman dan kegiatan ekonomi masyarakat diharapkan ikut bergerak.
Pembangunan ini sekaligus menunjukkan pentingnya sinergi antara wakil rakyat, pemerintah desa dan masyarakat dalam menerjemahkan aspirasi menjadi pembangunan yang dapat dirasakan langsung.
Kini, jalan rabat beton yang membentang di Dusun Gumukmas menjadi wajah baru bagi warga RT 35/RW 07. Dari jalan yang sebelumnya penuh lubang dan lumpur, kini masyarakat memiliki akses yang lebih layak untuk menunjang aktivitas sehari-hari.
Bagi warga, pembangunan itu akhirnya bukan lagi sekadar janji tetapi sesuatu yang bisa dilihat, dilalui dan dirasakan manfaatnya setiap hari.








