Malang, (tabloidpilarpost.com) – Suasana khusyuk dan penuh keberkahan menyelimuti kawasan Tlekung, Sumberejo, Malang, Jumat (14/8/2026). Ribuan jemaah dari berbagai daerah memadati pelaksanaan Haul Akbar ke-12 Syaikhona Sidik Abdullah.
Kehadiran ribuan jemaah tidak hanya menghadirkan suasana religius dan kebersamaan, tetapi juga memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar. Aktivitas ekonomi warga ikut bergerak seiring meningkatnya jumlah tamu dan jemaah yang datang dari berbagai daerah.
Sejumlah warung makan, pedagang minuman, serta usaha kecil masyarakat setempat mendapat berkah dari ramainya kegiatan tersebut.
Ahmad (45), warga setempat sekaligus pemilik warung makan, mengaku bersyukur atas ramainya pelaksanaan haul tahun ini.
“Acara haul tahun ini benar-benar luar biasa ramai. Bagi kami warga asli sini, kedatangan para jemaah adalah berkah besar. Dagangan makanan dan minuman di warung saya habis tidak tersisa dalam hitungan jam,” ungkapnya.
Menurut Ahmad, kegiatan keagamaan tersebut tidak hanya memberikan manfaat secara ekonomi, tetapi juga menghadirkan suasana kebersamaan dan kedamaian di lingkungan masyarakat.
“Kami sangat bersyukur karena acara ini menghidupkan ekonomi kampung kami sekaligus membawa suasana yang sangat adem dan damai,” tambahnya.
Semarak Haul Akbar ke-12 juga tidak terlepas dari keterlibatan masyarakat setempat. Warga bahu-membahu menyiapkan berbagai kebutuhan untuk menyambut ribuan jemaah yang datang.
Ibu Siti Aminah (38), anggota panitia konsumsi lokal, mengatakan kekompakan warga menjadi salah satu hal yang paling berkesan selama pelaksanaan kegiatan.
“Melihat kekompakan warga tetangga yang gotong royong memasak dan menyiapkan tempat istirahat membuat saya terharu. Haul Syaikhona Sidik Abdullah berhasil menyatukan kami semua di Sumberejo dalam rasa persaudaraan yang sangat kuat untuk menyambut para tamu,” tuturnya.
Semangat gotong royong tersebut menjadi gambaran kuat bahwa kegiatan keagamaan dapat menjadi ruang untuk mempererat hubungan sosial sekaligus memperkuat kepedulian antarmasyarakat.
Antusiasme terhadap Haul Akbar ke-12 Syaikhona Sidik Abdullah juga terlihat dari kedatangan jemaah luar daerah.
Ustaz Mansur (52), jemaah asal Pasuruan, mengaku sengaja datang bersama rombongan sejak malam sebelumnya.
“Saya sengaja datang rombongan dari luar kota sejak kemarin malam. Alhamdulillah, penyambutan warga di sini sangat ramah, kami dipersilakan beristirahat dengan baik,” ujarnya.
Menurutnya, mengikuti rangkaian dzikir dan doa bersama memberikan pengalaman spiritual yang mendalam.
“Mengikuti dzikir dan doa bersama di haul ini benar-benar menjadi siraman rohani yang mengobati kerinduan hati kami kepada keteladanan Syaikhona,” katanya.
Sementara itu, Rizky (24), jemaah muda asal Surabaya, memberikan apresiasi terhadap pelayanan dan fasilitas yang disiapkan selama kegiatan berlangsung.
“Meskipun jemaah yang hadir membeludak dan sangat padat, fasilitas seperti posko kesehatan, tempat wudu, dan pembagian konsumsi massal diatur dengan sangat rapi oleh panitia dan warga,” ungkapnya.
Ia mengaku rasa lelah setelah menempuh perjalanan dari Surabaya seakan hilang ketika mengikuti rangkaian kegiatan bersama ribuan jemaah lainnya.
“Rasa lelah di perjalanan langsung hilang begitu ikut melantunkan salawat bersama ribuan orang di sini,” tambah Rizky.
Haul Akbar ke-12 Syaikhona Sidik Abdullah pada akhirnya tidak hanya menjadi momentum untuk mengenang dan mendoakan sosok yang dihormati masyarakat, tetapi juga menjadi ruang silaturahmi bagi jemaah dari berbagai daerah.
Di sisi lain, kehadiran ribuan orang memberikan efek ekonomi langsung bagi masyarakat sekitar. Pedagang makanan, minuman dan usaha kecil lainnya memperoleh kesempatan meningkatkan pendapatan selama kegiatan berlangsung.
Acara ditutup dengan doa bersama untuk keselamatan bangsa dan masyarakat. Para jemaah kemudian meninggalkan lokasi dengan membawa kesan spiritual, rasa tenteram, serta harapan agar kegiatan haul dapat terus berlangsung secara baik pada tahun-tahun mendatang.
Bagi masyarakat Sumberejo, ramainya Haul Akbar ke-12 menjadi bukti bahwa kegiatan keagamaan dapat menghadirkan dua keberkahan sekaligus: memperkuat kehidupan rohani dan menggerakkan roda ekonomi masyarakat.
![]()









