Cimahi, (tabloidpilarpost.com) – Di tengah pesatnya perkembangan digitalisasi dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) yang mulai merambah hampir seluruh aspek kehidupan, Wakil Wali Kota Cimahi, Adhitia Yudisthira, menegaskan bahwa peran guru tidak akan pernah tergantikan oleh teknologi.
Pernyataan tersebut disampaikan saat membuka Pelatihan Teknis Peningkatan Kapasitas Pendidik dan Tenaga Kependidikan yang digelar di SDN Cimahi Mandiri 1.
Dalam sambutannya, Adhitia menekankan bahwa peningkatan kompetensi guru bukan sekadar agenda rutin pemerintah, melainkan investasi jangka panjang yang sangat menentukan kualitas sumber daya manusia (SDM) di masa depan.
“Peningkatan kapasitas guru bukan hanya sebuah program, tetapi investasi untuk masa depan Kota Cimahi. Guru memiliki peran strategis dalam mencetak generasi yang unggul, berkarakter, dan mampu bersaing di era global,” ujar Adhitia.
Menurutnya, dunia pendidikan saat ini mengalami perubahan yang sangat cepat. Generasi Alpha tumbuh dalam lingkungan yang dipenuhi teknologi digital, internet, dan kecerdasan buatan, sehingga menuntut para pendidik untuk terus meningkatkan kemampuan dan beradaptasi dengan perkembangan zaman.
Karena itu, para guru dituntut tidak hanya menguasai metode pembelajaran konvensional, tetapi juga mampu memanfaatkan teknologi digital sebagai media pembelajaran yang kreatif, inovatif, dan efektif.
Namun demikian, Adhitia mengingatkan bahwa secanggih apa pun teknologi berkembang, peran guru sebagai pembentuk karakter, moral, dan kepribadian peserta didik tidak akan pernah dapat digantikan oleh mesin.
“Saya yakin guru tidak bisa disubstitusi oleh teknologi. Mengapa? Karena yang mampu mengubah manusia adalah guru, bukan teknologi. Guru mendidik melalui sentuhan hati, keteladanan, empati, dan pembentukan karakter,” tegasnya.
Ia menjelaskan, teknologi harus dipandang sebagai alat bantu (tool) yang memperkaya proses belajar mengajar, bukan sebagai pengganti peran pendidik.
Melalui pelatihan tersebut, Pemerintah Kota Cimahi berharap para tenaga pendidik mampu menjadi guru yang melek digital (tech-savvy) tanpa kehilangan nilai-nilai kemanusiaan, sehingga mampu membimbing peserta didik menjadi generasi yang cerdas secara akademik sekaligus memiliki akhlak, integritas, dan kepedulian sosial.
Adhitia juga menegaskan komitmen Pemerintah Kota Cimahi untuk terus mendukung berbagai program peningkatan kapasitas guru dan tenaga kependidikan sebagai bagian dari pembangunan kualitas pendidikan yang berkelanjutan.
Menurutnya, guru yang kompeten dan adaptif merupakan fondasi utama dalam mewujudkan Generasi Emas Indonesia 2045, yakni generasi yang unggul dalam ilmu pengetahuan, menguasai teknologi, namun tetap menjunjung tinggi nilai-nilai moral, budaya, dan karakter bangsa.
Dengan penguatan kompetensi guru secara berkelanjutan, Kota Cimahi optimistis mampu melahirkan generasi muda yang tidak hanya siap menghadapi tantangan revolusi digital, tetapi juga memiliki kecerdasan emosional, spiritual, dan kepemimpinan yang akan membawa Indonesia menuju masa depan yang lebih maju.









