Malang, (tabloidpilarpost.com) – Ribuan warga dan wisatawan memadati kawasan Pantai Religi Nganteb, Dusun Sukorejo, Desa Tumpakrejo, Kecamatan Gedangan, Kabupaten Malang, Kamis (2/7/2026), untuk mengikuti Larungan Agung Sesaji Sedekah Bumi 15 Suro Purnomosidi dalam rangka menyambut Bulan Muharram 1448 Hijriah atau Bulan Suro.
Tradisi tahunan yang digelar oleh LMDH Wana Karya bersama masyarakat pesisir tersebut berlangsung khidmat sekaligus meriah. Selain menjadi bentuk rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, kegiatan ini juga menjadi sarana melestarikan budaya leluhur serta memperkuat potensi wisata budaya di kawasan Pantai Nganteb dan Pantai Taman Ayu.
Acara dihadiri Asper Sumawe Bambang Wahyu Hidayat, KRPH Bantur Sutarto, perwakilan Satpolairud Aiptu Eko Rudyanto, Camat Gedangan yang diwakili Kasi Trantib Kaselan, S.E., Danramil 0818-31/Gedangan yang diwakili Babinsa Tumpakrejo Serda Didik Arifin, Kapolsek Gedangan yang diwakili Aiptu Amin, tim SAR, Kepala Desa Tumpakrejo Miselan, Ketua LMDH Wana Karya Senimin, Ketua Larungan Supi’i, para nelayan, tokoh masyarakat, dan ribuan warga.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan dan sambutan, kemudian dilanjutkan arak-arakan sedekah bumi mengelilingi Kampung Nganteb. Prosesi dilanjutkan dengan ritual di kawasan Gunung Batok, larungan sesaji ke laut, doa bersama di Kampung Nelayan, hingga tradisi rebutan gunungan hasil bumi yang menjadi daya tarik utama masyarakat.
Ketua LMDH Wana Karya, Senimin, mengatakan Larungan Agung Sesaji merupakan ungkapan rasa syukur atas rezeki yang diberikan Tuhan sekaligus bentuk pelestarian budaya Jawa yang telah diwariskan secara turun-temurun.
“Larungan sesaji merupakan wujud syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa sekaligus upaya nguri-nguri budaya Jawa yang ada di Pantai Nganteb dan Pantai Taman Ayu. Kami memohon keselamatan, keberkahan, serta berharap kawasan wisata ini semakin maju. Sesaji yang dilarung berasal dari hasil bumi para petani dan hasil tangkapan nelayan sebagai simbol kemakmuran masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Camat Gedangan Yateno, S.H., M.Si., yang diwakili Kasi Trantib Kaselan, S.E., menyampaikan apresiasi terhadap pelaksanaan tradisi tersebut yang dinilai mampu menjaga warisan budaya sekaligus memperkuat kebersamaan masyarakat.
“Tradisi ini sangat positif karena menjadi bagian dari pelestarian budaya Jawa. Selain mengenang jasa para leluhur yang membuka kawasan Pantai Nganteb, kegiatan ini juga menjadi doa bersama agar masyarakat Desa Tumpakrejo senantiasa diberikan keselamatan, keberkahan, dan dijauhkan dari segala musibah,” katanya.
Apresiasi juga disampaikan Kepala Desa Tumpakrejo, Miselan, yang menilai antusiasme masyarakat menjadi bukti bahwa tradisi Sedekah Bumi masih hidup dan terus dijaga.
“Kami mengapresiasi LMDH Wana Karya, para nelayan, dan seluruh masyarakat yang terus menjaga tradisi Sedekah Bumi. Harapan kami, kegiatan ini semakin tertata, semakin dikenal hingga tingkat kabupaten, sehingga Pantai Nganteb tidak hanya dikenal sebagai kawasan wisata alam, tetapi juga destinasi wisata religi dan budaya,” ungkapnya.
Menurutnya, pelestarian tradisi lokal juga berdampak positif terhadap sektor pariwisata dan perekonomian masyarakat. Kehadiran ribuan pengunjung memberikan peluang bagi pelaku UMKM, pedagang, dan masyarakat sekitar untuk meningkatkan pendapatan.
Larungan Agung Sesaji Sedekah Bumi 15 Suro Purnomosidi menjadi bukti bahwa tradisi leluhur tetap lestari di tengah perkembangan zaman. Selain mempererat tali silaturahmi dan kebersamaan warga, kegiatan ini diharapkan mampu menjadi agenda wisata budaya tahunan yang semakin memperkuat daya tarik Pantai Nganteb dan Pantai Taman Ayu sebagai destinasi unggulan di Malang Selatan.
Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan tertib, aman, dan lancar berkat sinergi antara panitia, aparat keamanan, pemerintah desa, serta dukungan penuh masyarakat.
![]()









