Malang, (tabloidpilarpost.com) – Ribuan warga dan wisatawan memadati kawasan wisata Pantai Pasir Panjang, Desa Kedungsalam, Kecamatan Donomulyo, Kabupaten Malang, dalam tradisi Larung Sesaji Suroan atau Sedekah Laut yang digelar pada Rabu (1/7/2026).
Tradisi tahunan masyarakat pesisir Malang Selatan tersebut berlangsung khidmat sekaligus meriah. Selain menjadi ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, kegiatan ini juga menjadi momentum melestarikan budaya leluhur serta mendorong sektor pariwisata dan ekonomi masyarakat.
Sejak pagi hari, ribuan pengunjung telah memenuhi kawasan pantai untuk menyaksikan rangkaian prosesi adat. Sebelum pelaksanaan larung sesaji ke laut, masyarakat disuguhi pertunjukan seni bantengan yang berhasil menarik perhatian dan antusiasme para pengunjung.
Prosesi Sedekah Laut merupakan bentuk rasa syukur masyarakat nelayan atas hasil laut, keselamatan saat melaut, serta rezeki yang diberikan sepanjang tahun. Tradisi tersebut telah diwariskan secara turun-temurun dan menjadi simbol kebersamaan warga pesisir dalam menjaga nilai-nilai budaya lokal.
Acara dihadiri Camat Donomulyo, Nurmawan Wibowo L., S.STP., M.Si., Kepala Desa Kedungsalam Misdi, jajaran TNI-Polri, tokoh agama, tokoh masyarakat, kelompok nelayan, pelaku wisata, serta berbagai elemen masyarakat.
Kepala Desa Kedungsalam, Misdi, mengatakan Larung Sesaji merupakan warisan budaya yang harus terus dijaga karena memiliki nilai sejarah sekaligus potensi besar dalam mendukung pengembangan wisata daerah.
“Sedekah Laut merupakan tradisi yang harus terus dipertahankan karena memiliki nilai budaya sekaligus menjadi daya tarik wisata,” ujarnya.
Ia juga mengungkapkan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut dengan aman dan lancar berkat dukungan seluruh pihak.
“Kami bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas segala nikmat yang diberikan kepada masyarakat Desa Kedungsalam. Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung sehingga kegiatan ini berjalan aman dan lancar,” tambahnya.
Sementara itu, Pengelola Pantai Pasir Panjang, Muhammad Aripin, menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia, masyarakat, aparat keamanan, serta berbagai pihak yang telah berpartisipasi menyukseskan acara.
“Syukur Alhamdulillah seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman, tertib, dan sukses. Semoga kebersamaan ini terus terjaga pada tahun-tahun mendatang,” katanya.
Menurutnya, Larung Sesaji tidak hanya menjadi ritual adat, tetapi juga memiliki peran penting dalam menjaga identitas budaya masyarakat pesisir sekaligus mengenalkan kearifan lokal kepada generasi muda.
Selain sarat nilai budaya, pelaksanaan Sedekah Laut juga memberikan dampak ekonomi yang signifikan. Ribuan pengunjung yang datang memanfaatkan kesempatan untuk menikmati wisata pantai sekaligus berbelanja di lapak pedagang dan pelaku UMKM, sehingga turut meningkatkan pendapatan masyarakat setempat.
Rangkaian acara ditutup dengan pertunjukan seni bantengan yang dibawakan oleh Perkumpulan Pelestarian Budaya Jawa Purwo Laras KTH Wana Makmur Lestari bersama Paguyuban Pedagang Pantai Pasir Panjang. Penampilan tersebut menjadi hiburan bagi pengunjung sekaligus media pelestarian seni tradisional Jawa.
Bagi masyarakat Desa Kedungsalam, Larung Sesaji Suroan bukan sekadar tradisi tahunan, melainkan simbol rasa syukur, perekat silaturahmi, serta upaya bersama menjaga warisan budaya leluhur. Di sisi lain, kegiatan ini juga menjadi agenda wisata budaya yang diharapkan terus meningkatkan kunjungan wisatawan ke Pantai Pasir Panjang dan memperkuat perekonomian masyarakat pesisir Malang Selatan.
![]()









