Bantaeng, (tabloidpilarpost.com) – Bupati Bantaeng, M. Fathul Fauzy Nurdin, mengakui bahwa Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) merupakan organisasi besar yang memiliki pengaruh luas dalam kehidupan sosial, politik, dan pembangunan di Indonesia.
Pernyataan tersebut disampaikan saat menghadiri kegiatan Training Raya Tingkat Nasional HMI Cabang Bantaeng yang digelar di Balai Kartini, Kabupaten Bantaeng, Senin (15/6/2026). Kegiatan itu turut dihadiri Presidium Majelis Nasional Korps Alumni HMI (MN-KAHMI), Ahmad Doli Kurnia Tandjung.
Dalam sambutannya, Uji Nurdin mengaku baru benar-benar memahami besarnya pengaruh HMI ketika mengikuti kontestasi Pilkada Bantaeng.
“Dulu saya berpikir HMI itu organisasi yang biasa saja. Namun setelah mengikuti Pilkada, saya baru memahami betapa besarnya pengaruh HMI di Indonesia,” ujarnya.
Menurutnya, salah satu faktor yang turut mendukung keberhasilannya dalam Pilkada adalah kontribusi para kader HMI dan KAHMI. Ia bahkan menyebut Ahmad Doli Kurnia Tandjung sebagai sosok mentor yang berperan dalam perjalanan politiknya.
“Bang Doli adalah mentor saya. Beliaulah yang langsung menginterview saya saat proses mendapatkan rekomendasi dari Partai Golkar. Dari situ saya semakin memahami pentingnya jaringan dan nilai-nilai yang dibangun HMI,” katanya.
Lebih lanjut, Uji Nurdin menilai peran kader HMI juga sangat terasa selama proses Pilkada berlangsung. Ia mencontohkan keterlibatan sejumlah kader HMI dalam tim pemenangan dan tim hukum yang mendampinginya.
“Saya harus mengakui bahwa saya ini adalah produk HMI. Terima kasih kepada teman-teman HMI yang telah banyak memberikan dukungan dan kontribusi,” ungkapnya.
Sementara itu, Ahmad Doli Kurnia Tandjung menegaskan bahwa HMI merupakan aset penting yang harus dijaga bersama oleh seluruh elemen bangsa, termasuk pemerintah daerah.
Menurutnya, kader-kader HMI memiliki potensi besar untuk berkontribusi dalam pembangunan daerah maupun nasional.
“HMI adalah aset yang sangat berharga. Pemerintah daerah dan Forkopimda perlu ikut merawat aset ini karena keberadaannya dapat memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan daerah,” ujarnya.
Wakil Ketua Badan Legislasi DPR RI tersebut juga berpesan kepada seluruh kader HMI agar menjaga nama baik organisasi serta terus meningkatkan kapasitas diri demi memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Jangan menjadikan aset besar ini kehilangan nilainya. Teruslah mengembangkan diri dan menjaga marwah organisasi agar tetap mampu memberikan kontribusi bagi bangsa, negara, dan daerah,” tegasnya.
Kegiatan Training Raya Nasional HMI Cabang Bantaeng tersebut turut dihadiri sejumlah tokoh HMI dan KAHMI, di antaranya Fadriaty dan Asrullah Dimas, serta para kader HMI dari berbagai daerah.
Momentum Training Raya Nasional ini menjadi ajang penguatan kapasitas kader sekaligus mempererat sinergi antara organisasi kemahasiswaan, alumni, dan pemerintah daerah dalam mendorong pembangunan yang berkelanjutan di Kabupaten Bantaeng. Dengan dukungan sumber daya manusia yang kuat, HMI diharapkan terus menjadi mitra strategis dalam mencetak generasi pemimpin masa depan yang berintegritas dan berkontribusi bagi kemajuan bangsa.









