Malang, (tabloidpilarpost.com) – Kondisi infrastruktur jalan yang rusak parah di Kabupaten Malang kembali menjadi sorotan. Kali ini, warga Dusun Ardirejo, Desa Sidorejo, Kecamatan Pagelaran, terpaksa bergotong royong memperbaiki jalan kabupaten yang telah lama rusak dan berlubang menggunakan dana swadaya masyarakat.
Aksi warga yang berlangsung pada Minggu (7/6/2026) tersebut menjadi potret nyata kekecewaan masyarakat terhadap lambannya penanganan infrastruktur yang selama ini dikeluhkan warga.
Saat awak media melintas di wilayah RT 19 RW 08 Dusun Ardirejo, tampak puluhan warga bahu-membahu menambal jalan berlubang yang selama ini dianggap membahayakan pengguna jalan dan sering memicu kecelakaan lalu lintas.
Ketua RW setempat, Ramang, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut murni merupakan inisiatif masyarakat karena kondisi jalan yang semakin memprihatinkan dan belum juga mendapatkan perhatian serius dari pemerintah.
“Ini kegiatan lingkungan. Kami memperbaiki jalan karena sering terjadi kecelakaan. Jalan ini sudah lama rusak dan belum ada perbaikan,” ujarnya.
Menurut Ramang, berdasarkan informasi yang diterima dari pemerintah desa, ruas jalan tersebut merupakan kewenangan Pemerintah Kabupaten Malang. Keluhan warga juga telah beberapa kali disampaikan melalui pemerintah desa, namun hingga kini belum membuahkan hasil.
“Dari sebelum pandemi Covid-19 sampai sekarang belum ada perbaikan. Sudah pernah disampaikan ke desa, karena ini jalan kabupaten. Harapan kami segera diperbaiki karena kendaraan mobil maupun sepeda motor setiap hari ramai melintas di sini,” tegasnya.
Ia juga berharap pemerintah tidak hanya melakukan perbaikan, tetapi sekaligus melakukan pelebaran jalan untuk mengantisipasi tingginya volume kendaraan yang melintas.
Keluhan serupa juga disampaikan sejumlah warga yang ikut dalam kerja bakti tersebut. Dengan nada kecewa, mereka menyoroti kondisi jalan yang semakin rusak dari tahun ke tahun.
“Jalannya rusak, Pak. Sudah lama seperti ini,” celetuk salah seorang warga saat bergotong royong menambal jalan.
Kondisi ini dinilai menjadi tamparan keras bagi Pemerintah Kabupaten Malang yang selama ini menggaungkan pembangunan infrastruktur sebagai salah satu prioritas daerah. Di tengah keterbatasan anggaran yang sering dijadikan alasan, masyarakat justru harus mengeluarkan biaya sendiri demi menjaga keselamatan pengguna jalan.
Padahal, infrastruktur jalan merupakan salah satu urat nadi perekonomian masyarakat. Kerusakan jalan tidak hanya menghambat aktivitas warga, tetapi juga berpotensi meningkatkan angka kecelakaan serta mengganggu distribusi hasil pertanian dan kegiatan ekonomi lainnya.
Warga berharap Pemerintah Kabupaten Malang segera turun tangan melakukan perbaikan permanen terhadap ruas jalan tersebut sebelum menimbulkan korban yang lebih banyak.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak terkait di lingkungan Pemerintah Kabupaten Malang masih diupayakan untuk dimintai konfirmasi terkait kondisi jalan dan rencana perbaikannya.
![]()









