Malang, (tabloidpilarpost.com) – Jalur perbatasan antara Desa Rejosari dan Desa Bantur, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang, kini menjadi perhatian masyarakat karena dinilai rawan kecelakaan lalu lintas. Meski kondisi jalan saat ini sudah jauh lebih baik dan berstatus jalan nasional, angka kecelakaan di kawasan tersebut justru masih sering terjadi.
Jika sebelumnya kecelakaan dipicu kondisi jalan rusak, kini faktor lain seperti tingginya kecepatan kendaraan, tikungan tajam, hingga minimnya penerangan menjadi penyebab utama kecelakaan di jalur menuju wisata pantai selatan Malang tersebut.
Sejumlah warga bahkan sempat menilai proyek pembangunan jalan nasional sebagai penyebab kecelakaan karena adanya material proyek, pekerja jalan, hingga pembangunan yang dianggap belum sepenuhnya selesai. Namun setelah ditelusuri awak media, kecelakaan tidak sepenuhnya disebabkan oleh proyek pembangunan.
Faktor utama yang memicu kecelakaan di jalur tersebut antara lain meningkatnya volume kendaraan menuju kawasan wisata pantai selatan, kontur jalan yang dipenuhi tikungan tajam dan turunan, hingga perilaku pengendara yang kerap memacu kendaraan dengan kecepatan tinggi.
Jalur perbatasan Desa Rejosari dan Desa Bantur memang menjadi akses utama menuju sejumlah destinasi wisata pantai di Malang Selatan. Pada akhir pekan maupun musim liburan, jalur ini dipadati kendaraan dari berbagai daerah.
Kondisi itu sering memicu pengendara melakukan aksi salip sembarangan, terutama di tikungan yang memiliki sudut pandang terbatas.
Selain itu, kondisi geografis kawasan Bantur yang berbukit membuat kendaraan, khususnya kendaraan berat, rawan mengalami gagal fungsi pengereman saat melintasi turunan panjang.
Tidak hanya itu, perubahan cuaca ekstrem dari panas ke hujan juga menyebabkan kondisi jalan menjadi licin akibat kerikil berserakan, lumpur, maupun genangan air di beberapa titik.
Meski sebagian titik sudah dipasang Penerangan Jalan Umum (PJU), masih terdapat sejumlah lokasi yang minim penerangan, terutama di area tikungan tajam yang membahayakan pengendara pada malam hari.
Salah seorang warga Desa Rejosari, Ibu Mistiarmi, mengungkapkan bahwa kecelakaan di lokasi tersebut kerap terjadi akibat pengendara yang kurang berhati-hati.
“Terjadi kecelakaan tadi malam, mobil pick up dari Desa Tumpakrejo. Orangnya tidak apa-apa, cuma luka ringan dan mobil sedikit rusak,” ujarnya saat ditemui awak media, Minggu (17/05/2026).
Ia menjelaskan, kecelakaan sebelumnya juga sering terjadi akibat pengendara mengantuk maupun memacu kendaraan terlalu cepat.
“Dulu banyak sepeda motor jatuh karena ngantuk. Mobil Avanza juga pernah kecelakaan karena lokasi tikungan dan sekarang jalannya sudah lebar jadi pengendara merasa nyaman lalu kecepatannya dinaikkan,” jelasnya.
Menurutnya, kondisi di sekitar lokasi juga cukup berbahaya karena terdapat jurang di sisi jalan.
“Karena jalannya berliku jangan terlalu kencang. Di sebelah timur lokasi ada jurang, takutnya kendaraan masuk,” tambahnya.
Warga berharap pemerintah segera menambah rambu-rambu lalu lintas serta memasang spion cembung berukuran besar di titik tikungan tajam guna mengurangi risiko kecelakaan.
Dengan masih sering terjadinya kecelakaan di jalur tersebut, masyarakat diimbau untuk lebih berhati-hati, mematuhi rambu lalu lintas, memastikan kondisi kendaraan layak jalan, serta mengurangi kecepatan demi keselamatan bersama.
![]()









