Lebak, (Tabloidpilarpost.com) – Suasana di lingkungan SMPN 5 Leuwidamar mendadak ricuh setelah puluhan siswa diduga tidak mendapatkan jatah Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagaimana mestinya. Dari total 125 porsi yang seharusnya disalurkan, hanya 54 porsi yang disebut diterima pihak sekolah, Kamis (21/05/2026).
Peristiwa tersebut sontak memicu kekecewaan para siswa hingga menimbulkan kegaduhan di area sekolah. Situasi yang mulai memanas membuat pihak sekolah disebut mengambil langkah cepat dengan menolak pembagian makanan tersebut guna mencegah kericuhan yang lebih besar.
Berdasarkan informasi yang dihimpun awak media, dugaan berkurangnya jumlah distribusi MBG itu terjadi pada Kamis (21/05/2026). Kondisi tersebut pun menjadi sorotan karena program MBG merupakan salah satu program pemerintah yang menyangkut kebutuhan gizi pelajar di sekolah.
Salah seorang guru yang meminta identitasnya dirahasiakan menyebut kejadian serupa bukan pertama kali terjadi.
“Ini sudah kejadian kedua kalinya. Anak-anak kecewa karena banyak yang tidak kebagian,” ujar sumber kepada awak media.
Menindaklanjuti informasi tersebut, awak media kemudian melakukan konfirmasi kepada pihak MBG melalui Kepala SPPG berinisial AI melalui pesan WhatsApp. Dalam keterangannya, AI menjelaskan bahwa sebelumnya pihak sekolah disebut mengajukan perubahan jumlah distribusi karena sebagian siswa sedang libur ujian.
“Minggu kemarin dari pihak sekolah minta 54 dari 125 karena kelas 7 dan 8 libur, karena kelas 9 ujian. Sudah disampaikan normal lagi 125, mulai besok normal kembali sesuai ajuan sekolah,” ujarnya.
AI juga mengakui bahwa distribusi pada hari tersebut masih menggunakan data sebelumnya sehingga jumlah porsi yang dikirim belum kembali normal.
“Untuk hari ini masih sama 54. Harusnya hari ini normal, tapi dari kita masih data kemarin 54. Mulai besok normal lagi karena data sudah diajukan normal selesai ujian,” tambahnya.
Namun saat awak media kembali mempertanyakan terkait pengembalian jatah MBG yang ditolak pihak sekolah serta alasan distribusi belum kembali normal meski kegiatan belajar disebut telah berjalan seperti biasa, pihak Kepala SPPG tidak lagi memberikan jawaban.
Sikap bungkam tersebut kini memicu pertanyaan publik terkait transparansi dan pengawasan dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis. Terlebih, program tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas gizi pelajar di berbagai daerah.
Masyarakat pun mendesak adanya evaluasi menyeluruh terhadap sistem distribusi MBG agar tidak terjadi dugaan pengurangan jatah yang berpotensi merugikan siswa. Selain itu, pihak terkait diminta memastikan seluruh bantuan yang dialokasikan benar-benar diterima sesuai jumlah dan sasaran.
Apabila nantinya ditemukan unsur kelalaian maupun dugaan penyimpangan dalam proses distribusi bantuan pemerintah tersebut, maka persoalan ini dinilai layak menjadi perhatian serius aparat pengawas dan instansi terkait untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.
Peristiwa ini kini ramai diperbincangkan masyarakat di Lebak dan memunculkan sorotan terhadap pengawasan program bantuan pemerintah di lingkungan pendidikan. Publik berharap penyaluran MBG dapat berjalan transparan, tepat sasaran, dan tidak kembali menimbulkan keresahan di kalangan siswa.
![]()









