Malang, (tabloidpilarpost.com) – Peristiwa kecelakaan laut (laka laut) terjadi di Pantai Batu Bengkung, Kamis (2/4/2026) pagi. Seorang pemuda asal Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang, dilaporkan meninggal dunia setelah terseret ombak saat berenang di kawasan tersebut.
Kejadian berlangsung sekitar pukul 07.45 WIB di wilayah Dusun Bajulmati, Desa Gajahrejo, Kecamatan Gedangan, Kabupaten Malang.
Berdasarkan keterangan saksi, rombongan korban berangkat dari Kecamatan Singosari pada Rabu malam (1/4/2026) sekitar pukul 19.30 WIB menuju Pantai Bengkung untuk berwisata dan berkemah. Mereka tiba sekitar pukul 00.30 WIB dan langsung melakukan pendataan serta pembayaran administrasi sebelum mendirikan tenda.
Rombongan yang berjumlah lima orang tersebut datang menggunakan tiga sepeda motor dan bermalam di lokasi pantai.
Keesokan paginya, sekitar pukul 07.45 WIB, korban bersama satu rekannya mulai berenang di laut. Tak lama kemudian, sekitar pukul 08.00 WIB, petugas tim SAR yang berjaga sempat memberikan imbauan kepada pengunjung agar tidak bermain air karena kondisi ombak sedang pasang.
Namun, peringatan tersebut diduga kurang diindahkan. Sekitar pukul 08.11 WIB, korban diketahui terseret arus ke tengah laut dan sempat meminta pertolongan kepada warga sekitar.
Salah satu saksi, M. Hasan, yang saat itu berjualan di lokasi, langsung berupaya meminta bantuan kepada petugas SAR. Petugas pun segera melakukan upaya penyelamatan, namun korban sudah tidak terlihat di permukaan air.
Sekitar pukul 08.30 WIB, korban akhirnya ditemukan mengambang dan berhasil dievakuasi oleh tim SAR dalam kondisi meninggal dunia.
Adapun identitas korban meninggal dunia diketahui bernama Ahmad Safikudin (18), warga Desa Srigading Jeruk, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang. Sementara satu korban lainnya, Fahri Riski Saputra (27), berhasil selamat dalam insiden tersebut.
Sejumlah saksi yang melihat kejadian di antaranya Slamet Irfan (PSR warga Gedangan), Tasma (warga Bantur), dan Mistar (PSR warga Gedangan).
Proses evakuasi melibatkan berbagai unsur, mulai dari Muspika Gedangan, PMI Sibat, tim SAR, personel Posal TNI AL Sendangbiru, Satpolairud, hingga masyarakat sekitar.
Hingga berita ini diturunkan, pihak berwenang masih melakukan pendalaman dan koordinasi terkait kejadian tersebut.
Petugas kembali mengimbau para wisatawan untuk selalu mematuhi peringatan keselamatan, terutama saat kondisi gelombang laut sedang tinggi, guna menghindari kejadian serupa di kemudian hari.









