Surabaya, (tabloidpilarpost.com) – Suasana kebersamaan dan penuh rasa syukur terasa hangat di lingkungan RT 02 RW 01, Kelurahan Tandes Kidul, Kecamatan Tandes, Surabaya Barat, usai perayaan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah tahun 2026. Warga setempat menggelar tradisi Kupatan pada Sabtu (28/3/2026) sebagai bentuk pelestarian budaya sekaligus mempererat tali silaturahmi.
Kegiatan yang dimulai sejak pukul 06.00 WIB ini dipimpin oleh Sutiah, sosok perempuan yang aktif menggerakkan warga dalam menjaga tradisi leluhur. Tradisi Kupatan sendiri merupakan budaya yang telah berlangsung turun-temurun dan menjadi simbol berakhirnya rangkaian perayaan Lebaran.
Dalam pelaksanaannya, warga berkumpul dengan penuh sukacita, mulai dari kaum ibu, anak-anak, hingga para sesepuh kampung. Mereka membawa berbagai hidangan seperti ketupat, lauk-pauk, buah-buahan, serta minuman untuk dinikmati bersama.
Selain makan bersama, kegiatan juga diisi dengan doa bersama dan Halal Bihalal sebagai bentuk mempererat hubungan antarwarga setelah menjalani ibadah puasa Ramadan.
Adi, salah satu perwakilan warga, menyampaikan bahwa tradisi Kupatan memiliki makna penting di tengah kehidupan modern saat ini.
“Tradisi ini bukan sekadar kegiatan rutin, tetapi juga menjadi cara kami menjaga kebersamaan dan melestarikan budaya leluhur agar tidak hilang oleh perkembangan zaman,” ujarnya.
Tak hanya sebagai ajang silaturahmi, kegiatan ini juga menjadi momentum berbagi. Sebagian warga yang mampu turut memberikan sedekah, termasuk berbagi uang kepada sesama sebagai bentuk kepedulian sosial.
Dengan tetap dilaksanakannya tradisi Kupatan setiap tahun, warga berharap nilai-nilai kebersamaan, gotong royong, dan kearifan lokal dapat terus terjaga serta diwariskan kepada generasi mendatang.









