Karawang, (tabloidpilarpost.com) – Puskesmas Wanakerta terus menunjukkan komitmennya sebagai fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama dalam meningkatkan kesadaran dan pemahaman masyarakat tentang virus HIV. Berbagai upaya edukasi dan pencegahan terus dilakukan secara aktif di wilayah Desa Wanakerta, Kecamatan Teluk Jambe Barat.
Kepala UPTD Puskesmas Wanakerta, drg. Veronica Maulana, menyampaikan bahwa peran utama puskesmas adalah memberikan edukasi berkelanjutan kepada masyarakat. Pihaknya secara rutin menggelar sosialisasi dan penyuluhan tentang HIV/AIDS, khususnya kepada pelajar tingkat SMP dan SMA/SMK serta masyarakat umum.
“Puskesmas secara aktif selalu melakukan sosialisasi dan penyuluhan kepada masyarakat dan anak-anak sekolah mengenai HIV/AIDS. Kami rutin melakukan kunjungan ke sekolah-sekolah dan masyarakat di Kecamatan Teluk Jambe Barat,” ujarnya, Senin (2/3/2026).
Selain edukasi, Puskesmas Wanakerta juga melaksanakan pemeriksaan kesehatan bagi calon pengantin. Pemeriksaan ini merupakan rangkaian medical check-up untuk mendeteksi penyakit menular, kelainan genetik, serta masalah kesuburan.
Menurut drg. Veronica, tes pranikah sangat penting untuk membantu pasangan merencanakan kehamilan yang sehat, mencegah penularan penyakit kepada janin, serta memastikan kondisi kesehatan kedua calon mempelai.
Tidak hanya itu, Puskesmas Wanakerta juga menyediakan layanan konseling dan tes HIV bagi masyarakat. Layanan ini bertujuan meningkatkan pemahaman sekaligus mendorong deteksi dini.
Ia menjelaskan, penularan HIV dapat terjadi melalui kontak langsung dengan cairan tubuh seperti darah, air mani, cairan vagina, dan ASI dari orang yang terinfeksi, termasuk melalui hubungan intim berisiko maupun penggunaan jarum suntik yang tidak steril.
Bagi pasien yang terdiagnosis HIV, Puskesmas Wanakerta juga menyediakan terapi obat secara rutin. Pasien akan mendapatkan pemantauan berkala setiap tiga hingga enam bulan untuk memastikan kondisi tetap terkontrol.
“Saya berharap masyarakat dan remaja di Kecamatan Teluk Jambe Barat dapat terus meningkatkan kesadaran untuk menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan inklusif,” pungkas drg. Veronica.









