Surabaya, (Tabloidpilarpost.com), Umat Islam di seluruh penjuru dunia bersiap menyambut datangnya Bulan Suci Ramadhan 1447 Hijriah yang diperkirakan jatuh pada 19 Februari 2026. Bulan yang penuh berkah ini senantiasa dinanti dengan harap dan kerinduan, bukan sekadar sebagai ibadah ritual, tetapi juga sebagai ruang kontemplasi untuk memurnikan jiwa dan meneguhkan komitmen moral dalam kehidupan pribadi maupun sosial.
Ramadhan hadir sebagai madrasah spiritual yang mengajarkan disiplin, kejujuran, kesabaran, serta pengendalian diri. Dalam suasana religius yang kental, umat Islam diajak memperbaiki kualitas hubungan dengan Sang Pencipta sekaligus mempererat persaudaraan antarsesama. Puasa bukan hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menjaga lisan, pikiran, dan perbuatan agar tetap berada dalam koridor nilai-nilai kebaikan.
Dalam semangat “Marhaban Ya Ramadhan”, Kabiro Surabaya, Abdul Ghoni, menyampaikan ucapan selamat menunaikan ibadah puasa kepada seluruh umat Muslim. Ia menilai Ramadhan merupakan waktu yang tepat untuk meneguhkan kembali nilai-nilai keimanan dan memperkuat integritas diri.
“Ramadhan bukan hanya momentum ibadah, tetapi juga saat untuk melakukan introspeksi diri dan memperkuat komitmen moral dalam kehidupan bermasyarakat maupun berbangsa,” ujarnya.
Menurut Abdul Ghoni, Ramadhan juga menjadi momentum memperkuat kepedulian sosial. Tradisi berbagi, memperbanyak sedekah, dan memperhatikan mereka yang membutuhkan merupakan bagian tak terpisahkan dari makna puasa. Di tengah dinamika sosial dan tantangan ekonomi yang dihadapi sebagian masyarakat, empati kolektif menjadi energi positif dalam memperkuat ketahanan bangsa.
Ia menegaskan, bulan suci ini menjadi alarm kesadaran bahwa kekuasaan, jabatan, dan materi bersifat sementara. Yang abadi adalah nilai kebaikan serta jejak integritas yang ditinggalkan dalam kehidupan bermasyarakat.
Dalam konteks kebangsaan, Ramadhan membawa pesan kuat tentang pentingnya persatuan, toleransi, dan penghormatan terhadap keberagaman. Ia mengajak semua pihak memandang Ramadhan sebagai momentum refleksi bersama untuk membangun ruang publik yang sehat, informasi yang bertanggung jawab, serta dialog yang beradab.
Di tengah derasnya arus informasi, komitmen pada prinsip “Aktual, Tajam, dan Terpercaya” harus menjadi pondasi yang kuat dan tak tergoyahkan.
“Semoga Ramadhan 1447 Hijriah semakin memperkuat keimanan dan keberkahan, serta melahirkan pribadi-pribadi yang jujur, peduli, dan berintegritas dalam membangun Indonesia yang bermartabat. Selamat menunaikan ibadah puasa, semoga setiap amal ibadah diterima dan setiap langkah kebaikan dicatat sebagai bagian dari perjalanan menuju ridho-Nya,” tutupnya.
(Ad/DGh)









