Malang, (tabloidpilarpost.com) – Akhmad Fakhrurrozi Wibowo, S.M., resmi memimpin Dewan Pengurus Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPD KNPI) Kota Malang untuk masa bakti 2026–2029. Penyerahan surat keputusan (SK) kepengurusan dilaksanakan pada Sabtu (24/10/2026) di Kafe 11.12, Kota Malang.
SK tersebut diserahkan oleh Ketua KNPI Jawa Timur, Kadrian Hi Muhlis, S.AP. Pergantian kepemimpinan ini menjadi momentum bagi organisasi kepemudaan tersebut untuk memperkuat konsolidasi internal dan merumuskan program yang relevan dengan kebutuhan generasi muda.
Berdasarkan informasi yang diterima redaksi, Akhmad ditetapkan melalui mekanisme aklamasi. Untuk memastikan proses penetapan tersebut, mekanisme pemilihan dan keputusan organisasi perlu merujuk pada dokumen resmi KNPI.
Akhmad disebut memiliki pengalaman organisatoris sebagai ketua pelaksana olimpiade pendidikan tingkat nasional di bawah Yayasan Intan Mutia, termasuk ajang KMSI dan JSO. Adapun klaim mengenai pengakuan ajang tersebut oleh Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) masih perlu dikonfirmasi melalui sumber resmi.
Pengalaman tersebut dapat menjadi bekal dalam mengelola organisasi. Namun, memimpin KNPI memiliki tantangan tersendiri karena organisasi ini menghimpun berbagai organisasi kepemudaan (OKP) dengan latar belakang, aspirasi, dan kepentingan yang beragam.
Kepengurusan baru diharapkan mampu membangun komunikasi terbuka, merangkul kader, serta menyusun visi dan program kerja yang memiliki sasaran jelas.
Persoalan lapangan kerja, peningkatan keterampilan, kewirausahaan, dan keterlibatan pemuda dalam pembangunan daerah menjadi sejumlah isu yang dapat memperoleh perhatian dalam agenda organisasi.
Busamat, yang mengaku pernah mempelajari sebagian dinamika organisasi KNPI, berharap kepengurusan baru tidak berhenti pada pergantian pimpinan dan penyusunan struktur organisasi.
Menurutnya, KNPI perlu memperkuat peran sebagai wadah konsolidasi pemuda sekaligus mitra kritis pemerintah dalam memperjuangkan kepentingan generasi muda.
“KNPI harus memiliki arah yang jelas dan program yang bisa dirasakan manfaatnya. Jangan sampai organisasi hanya terlihat aktif ketika ada kegiatan seremonial, tetapi tidak memiliki gerakan berkelanjutan. Saya berharap kepengurusan baru mampu membangun sinergi dengan Pemerintah Kota Malang dan benar-benar hadir untuk masyarakat,” ujar Busamat.
Ia juga mengingatkan agar KNPI tidak terjebak dalam kondisi yang ia gambarkan sebagai organisasi yang “hidup tak segan, mati tak mau”.
Pernyataan tersebut menjadi catatan bagi kepengurusan baru agar mampu menunjukkan aktivitas organisasi yang konsisten, meningkatkan keterlibatan kader, dan menghadirkan program yang hasilnya dapat dievaluasi.
Di sisi lain, sinergi dengan Pemerintah Kota Malang diharapkan tetap berjalan secara proporsional. KNPI dapat mendukung program yang berpihak pada kepentingan pemuda, sekaligus mempertahankan independensi dalam menyampaikan aspirasi dan kritik konstruktif.
Harapan serupa disampaikan Yasin, warga Kabupaten Malang, yang memberikan ucapan selamat atas kepemimpinan baru DPD KNPI Kota Malang.
Ia berharap Akhmad mampu beradaptasi dengan dinamika organisasi, merangkul berbagai elemen kepemudaan, dan membangun kembali aktivitas organisasi melalui program yang terarah.
“Selamat dan sukses atas amanah yang diberikan. Jangan bangga hanya karena kedudukan, sebab kepemimpinan akan diuji oleh karakter, langkah, perbedaan pandangan, dan berbagai rintangan organisasi. Saya yakin ketua yang baru bisa beradaptasi dan membangun KNPI agar kembali hidup,” tutur Yasin.
Menurutnya, kepercayaan kader perlu dibangun melalui kepemimpinan yang terbuka, kemampuan menyelesaikan persoalan internal, dan kesediaan memberikan ruang partisipasi kepada seluruh elemen organisasi.
Kepengurusan DPD KNPI Kota Malang periode 2026–2029 kini menghadapi tantangan untuk menerjemahkan amanah organisasi menjadi program konkret.
Konsolidasi antar-OKP, penguatan struktur organisasi, pemberdayaan pemuda, serta pengembangan keterampilan dan kewirausahaan dapat menjadi bagian dari agenda yang perlu dirumuskan sesuai kebutuhan daerah.
Publik juga akan menantikan penyampaian visi-misi resmi, target program, indikator keberhasilan, serta mekanisme pertanggungjawaban kepengurusan kepada kader dan masyarakat.
Pada akhirnya, keberhasilan kepemimpinan tidak hanya diukur melalui seremoni penyerahan SK atau jabatan yang disandang, tetapi juga melalui konsistensi kerja, integritas, dan manfaat yang dihasilkan.
Akhmad Fakhrurrozi Wibowo kini memiliki kesempatan untuk membuktikan kapasitas kepemimpinannya. Sejauh mana KNPI Kota Malang mampu memperkuat konsolidasi dan menghadirkan program yang menjawab kebutuhan pemuda akan terlihat dari kebijakan serta kinerja kepengurusan selama periode 2026–2029.









