Karawang, (tabloidpilarpost.com) – Sanggar Tari Saung Bereum menggelar Pentas Seni Budaya Tari Jaipongan yang melibatkan anak-anak usia dini mulai dari tiga tahun hingga tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP). Kegiatan tersebut berlangsung di Rumah Makan Saung Bereum, Rengasdengklok, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, pada Sabtu (13/12/2025).

Pentas seni ini diikuti oleh 55 peserta dari lima kecamatan di Kabupaten Karawang. Para peserta terbagi dalam beberapa kategori, mulai dari kelas pemula hingga tingkat lanjutan, sebagai bagian dari uji level atau uji kepenarian yang rutin dilaksanakan setiap tahun oleh sanggar.
Ketua Panitia sekaligus Ketua Sanggar Seni Saung Bereum, AGE, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan agenda tahunan yang telah memasuki tahun kedua pelaksanaannya.
“Setiap tahun kami mengadakan uji leveling bagi peserta didik. Ibarat di sekolah, ini seperti kenaikan kelas. Tahun ini sudah memasuki tahun kedua pelaksanaan,” ujarnya.
AGE menambahkan, peserta terbagi ke dalam beberapa kelas, yakni Pemula B dan Pemula A. Seluruh peserta mengikuti uji kepenarian dengan menampilkan hasil latihan mereka di hadapan dewan juri dan orang tua.
“Total ada 55 peserta yang tampil, berasal dari lima kecamatan. Usia penari mulai dari tiga tahun hingga tingkat SMP,” tambahnya.
Untuk mendukung semangat para peserta, panitia menyiapkan berbagai hadiah menarik. Berkat dukungan sponsor dan donatur, hadiah yang disediakan cukup beragam.
“Alhamdulillah tahun ini banyak dukungan. Hadiah juara umum berupa sepeda listrik, piala setinggi setengah meter, medali, selempang, mahkota, serta uang pembinaan bagi juara satu, dua, dan tiga,” jelasnya.
Ke depan, Sanggar Tari Saung Bereum berkomitmen untuk terus menyelenggarakan pentas seni tari Jaipongan secara rutin setiap tahun dengan konsep yang lebih meriah dan skala yang lebih besar.
“Kami ingin acara ini terus berkembang dan menjadi wadah pembinaan seni tari Jaipongan bagi generasi muda,” ujarnya.
AGE berharap, melalui kegiatan ini akan lahir bibit-bibit baru penari Jaipongan yang mampu melestarikan seni budaya tradisional Sunda.
“Mudah-mudahan dengan adanya kegiatan seni tari ini, akan muncul generasi muda yang terus mempertahankan dan mencintai seni budaya Jaipongan,” pungkasnya.
![]()









