Pelalawan, (tabloidpilarpost.com) – Lahan konservasi yang disiapkan oleh PT ADEI dimanfaatkan sebagai kawasan pelestarian lingkungan dan habitat satwa liar. Upaya ini dilakukan agar ekosistem tetap terjaga dan hewan-hewan yang hidup di kawasan tersebut tidak terusik oleh aktivitas manusia.
Untuk menjaga keberlanjutan hutan konservasi, perusahaan terus melakukan pemeliharaan rutin termasuk penanaman berbagai jenis pohon kayu yang memiliki manfaat ekologis maupun sosial bagi masyarakat di masa mendatang. Empat jenis pohon yang ditanam dalam kegiatan kali ini yaitu pohon kayu pulai, kayu tembesi, kayu asam jawa, dan kayu tebuya (kayu kelor).
Acara penanaman ini dihadiri oleh jajaran manajemen, di antaranya:
AGRICULTURAL DIRECTUR, Bapak Moer Zuheir
ASST GM, Bapak Mangarahons
SR MANEGER, Ir Herlambang Gunawan
GM, Ir Indra Gunawan
MANEGER DIVISI 1. Mustahan Daulay
MANEGER DIVISI 2. Sutrisno
MANEGER DIVISI 3. Sita Mustofa
MANEGER DIVISI 4. Solihkin A.P.
MANEGER DIVISI 5/6. Romi Demiliga
MANEGER DIVISI 7. Sumanto
MANEGER DIVISI 8. M. Nur Iqbal Manai
ASISTEN SUSTAINABILITY, Eko Haryanto
AK 3U, Rizki Marta Fitriansyah
MANEGER PT SAFARI RIAU, Irwansyah
MANEGER PT SWP LM, Fatkhu Ikham
HUMAS, May Heindra Trigali
Dalam sambutannya, Kepala Desa Telayap, Bapak Basirun, menyampaikan bahwa keberadaan hutan konservasi di wilayah desa harus dijaga bersama.
“Jangan sampai ada yang merusaknya. Demi masa depan masyarakat, manfaat dari empat jenis pohon kayu ini sangat besar untuk ke depan,” ujarnya.
Asisten GM, Bapak Mangarahon S., menambahkan bahwa pihak perusahaan melaksanakan kegiatan penanaman pohon setiap tahun guna memastikan hutan konservasi di wilayah operasional tetap kondusif dan aman.
Sementara itu, Agricultural Director Moer Zuher menegaskan bahwa satu pohon pun memiliki nilai penting dan menjadi harapan besar bagi kelestarian lingkungan.
*“Setiap pohon harus dijaga dan dirawat. Jangan sampai dirusak oleh tangan-tangan jahil. Ini untuk masa depan lingkungan hidup serta tempat tinggal satwa yang dilindungi negara,” tegasnya.
Seluruh rangkaian kegiatan penanaman empat jenis pohon kayu tersebut ditutup dengan doa sebagai bentuk harapan agar upaya pelestarian hutan konservasi berjalan lancar dan memberikan manfaat besar bagi lingkungan dan masyarakat.
![]()












