Surabaya, (tabloidpilarpost.com) – Para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang berjualan di Sentra Wisata Kuliner (SWK) Kandangan, Kecamatan Benowo, Surabaya Barat, mengeluhkan menurunnya jumlah pengunjung yang datang ke lokasi tersebut. Kondisi sepi pengunjung yang terjadi pasca libur Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah berdampak langsung terhadap pendapatan para pedagang yang menggantungkan penghasilan dari aktivitas jual beli di kawasan kuliner tersebut.
Keluhan tersebut disampaikan oleh Abah Wujud, yang mewakili paguyuban pedagang SWK Kandangan, Sabtu (30/5/2026). Menurutnya, para pedagang sempat berharap adanya peningkatan jumlah pengunjung setelah libur panjang Idul Adha. Namun kenyataannya, aktivitas di SWK Kandangan masih terbilang sepi dan belum menunjukkan peningkatan yang signifikan.
“Harapan kami setelah libur panjang ada peningkatan pengunjung seperti biasanya, namun hingga saat ini belum ada lonjakan yang berarti. Kondisi ini tentu berpengaruh terhadap pendapatan pedagang,” ujarnya.
Sejumlah pedagang mengaku tetap bertahan menjalankan usaha meskipun kondisi penjualan menurun. Bahkan sebagian pelaku UMKM diketahui memulai usaha mereka melalui bantuan permodalan yang difasilitasi oleh Dinas Koperasi Pemerintah Kota Surabaya. Hal tersebut dibenarkan oleh Ely, salah satu pedagang yang telah lama berjualan di SWK Kandangan.
Menurut Ely, keberadaan SWK selama ini sangat membantu masyarakat yang ingin mengembangkan usaha kecil. Oleh karena itu, para pedagang berharap pemerintah dapat memberikan perhatian lebih melalui berbagai program yang mampu mendatangkan pengunjung dan menggerakkan perekonomian di kawasan tersebut.
Para pedagang juga berharap SWK Kandangan dapat kembali menjadi lokasi berbagai kegiatan masyarakat, seperti lomba, jalan sehat, bazar UMKM, kegiatan sosial, maupun acara komunitas lainnya. Selain menjadi sarana hiburan masyarakat, kegiatan tersebut dinilai mampu meningkatkan kunjungan dan membantu mendongkrak omzet para pelaku usaha.
Di sisi lain, para pedagang mengaku bersyukur karena biaya sewa stan yang dikelola Pemerintah Kota Surabaya masih relatif ringan sehingga tidak terlalu membebani pelaku UMKM. Kebijakan tersebut dinilai menjadi bentuk dukungan pemerintah dalam membantu keberlangsungan usaha masyarakat kecil.
Namun demikian, para pedagang menilai diperlukan inovasi baru untuk menarik minat masyarakat datang ke SWK Kandangan. Salah satu yang paling dirasakan adalah hilangnya hiburan musik elektone yang sebelumnya kerap digelar dan menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung.
“Dulu saat ada hiburan musik, pengunjung lebih ramai. Banyak warga datang untuk menikmati kuliner sekaligus hiburan. Sekarang kegiatan seperti itu sudah tidak ada lagi, sehingga suasana terasa lebih sepi,” ungkap salah seorang pedagang.
Para pelaku UMKM berharap Dinas Koperasi dan instansi terkait dapat kembali menghadirkan program-program kreatif yang mampu menghidupkan suasana SWK Kandangan. Mereka meyakini bahwa kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat akan menjadi kunci untuk mengembalikan SWK sebagai pusat kuliner dan pemberdayaan ekonomi masyarakat yang ramai dan produktif.
Dengan meningkatnya kunjungan masyarakat, para pedagang berharap usaha yang mereka jalankan dapat terus bertahan dan berkembang sehingga mampu memberikan manfaat ekonomi bagi keluarga serta lingkungan sekitar.









