Lampung Tengah, (tabloidpilarpost.com) — Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Lampung Tengah menghadirkan inovasi baru melalui program Siger Mas Pak-si (Gerakan Masyarakat Sadar Pajak dan Retribusi). Program ini menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam memenuhi kewajiban pajak dan retribusi daerah.
Siger Mas Pak-si dirancang untuk membangun sinergi antara pemerintah daerah, pelaku usaha, dan masyarakat dalam mewujudkan kemandirian fiskal daerah. Melalui pendekatan jemput bola dan pendataan menyeluruh, program ini diharapkan dapat memperbaiki kualitas basis data pajak sekaligus meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD).
Program ini memiliki empat tugas utama yang menjadi fokus pelaksanaan di lapangan:
- Pendataan dan Penilaian Objek Pajak PBB
Melakukan pengecekan objek pajak PBB yang belum terdata maupun yang datanya tidak sesuai dengan kondisi terkini. - Pendataan Berbagai Jenis Pajak Daerah
Termasuk pajak mineral bukan logam dan batuan (MBLB), pajak reklame, pajak air tanah, pajak jasa kesenian dan hiburan, jasa parkir, jasa perhotelan, serta pajak restoran/makanan dan minuman. - Penagihan dan Pengawasan Pajak
Mengawasi dan menagih wajib pajak yang belum melakukan penyetoran atau memiliki tunggakan. - Entry dan Pembaruan Data Pajak
Memasukkan dan memperbarui data hasil pendataan lapangan sebagai dasar peningkatan akurasi informasi pajak daerah.
Plt. Kepala Bapenda Lampung Tengah, M. Anton Wibowo, S.KM., MM., menyampaikan bahwa Siger Mas Pak-si diharapkan mampu menjadi ikon baru Bapenda dalam memperkuat budaya kepatuhan pajak di masyarakat.
“Kami berharap program ini dapat membangun budaya bangga bayar pajak, bangga membangun daerah. Siger Mas Pak-si menjadi bagian dari upaya mewujudkan Lampung Tengah Berbenah,” ujarnya.
Dengan hadirnya program ini, Bapenda Lampung Tengah optimistis dapat meningkatkan kualitas layanan publik, memperbaiki basis data perpajakan, serta memperkuat pendapatan daerah secara berkelanjutan.









