Jakarta,(tabloidpilarpost.com) – Pemerintah berkomitmen memperkuat sektor pertanian dan ketahanan pangan pada tahun anggaran 2026. Langkah ini dilakukan guna menjaga stabilitas harga bahan pokok, meningkatkan produktivitas petani, serta mengurangi ketergantungan terhadap impor pangan.
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyampaikan bahwa alokasi anggaran untuk sektor pangan akan mengalami peningkatan signifikan dibandingkan tahun 2025. Dana tersebut akan difokuskan pada subsidi pupuk, bantuan benih unggul, serta modernisasi alat dan mesin pertanian (alsintan).
> “Kita ingin memastikan ketersediaan pangan nasional terjamin. Tahun depan, fokus anggaran diarahkan untuk memperkuat produksi domestik dan memperbaiki rantai pasok,” ujar Sri Mulyani dalam rapat kerja bersama Komisi XI DPR RI di Jakarta, Selasa (5/11/2025).
Selain itu, pemerintah juga akan memperluas program Food Estate di sejumlah daerah seperti Kalimantan Tengah, Nusa Tenggara Timur, dan Papua. Program tersebut diharapkan mampu meningkatkan hasil produksi komoditas strategis seperti beras, jagung, dan kedelai.
Sementara itu, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan pihaknya akan mempercepat penerapan teknologi pertanian berbasis digital untuk memantau stok, distribusi, dan potensi gagal panen akibat cuaca ekstrem.
> “Dengan dukungan anggaran yang lebih besar, kami akan fokus pada peningkatan efisiensi dan ketahanan sistem pangan nasional. Tujuan akhirnya adalah kemandirian pangan,” kata Amran.
Pengamat ekonomi pertanian menilai langkah ini merupakan sinyal positif dalam menjaga stabilitas harga dan kesejahteraan petani di tengah ancaman perubahan iklim dan fluktuasi harga global.
Senoaji
![]()









