Jakarta,(Tabloidpilarpost.com) – Sektor manufaktur Indonesia mencatatkan kinerja positif dengan terus berada di zona ekspansi selama tiga bulan berturut-turut hingga awal kuartal IV tahun 2025. Capaian ini menjadi sinyal kuat bahwa industri pengolahan nasional mulai kembali pulih dan memberikan dorongan bagi pertumbuhan ekonomi nasional.
Berdasarkan data terbaru yang dirilis Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, indeks manufaktur nasional tercatat meningkat stabil, menunjukkan peningkatan aktivitas produksi dan permintaan domestik. Tren ekspansi ini juga mencerminkan kepercayaan pelaku industri terhadap stabilitas ekonomi Indonesia menjelang akhir tahun.
“Performa positif sektor manufaktur menjadi bukti ketahanan ekonomi Indonesia di tengah dinamika global yang penuh tantangan. Pemerintah terus mendorong peningkatan daya saing industri dengan memperkuat ekosistem investasi dan hilirisasi,” ujar Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kemenko Perekonomian dalam siaran pers, Selasa (4/11/2025).
Meski demikian, pemerintah mengingatkan adanya sejumlah tantangan yang masih harus diwaspadai, seperti kenaikan biaya produksi, fluktuasi harga energi, serta gangguan rantai pasok global. Dukungan terhadap digitalisasi industri, efisiensi logistik, dan penyediaan bahan baku lokal menjadi fokus kebijakan untuk menjaga momentum ekspansi tersebut.
Pengamat ekonomi menilai, tren ekspansi manufaktur dapat menjadi katalis bagi penciptaan lapangan kerja baru dan peningkatan ekspor nonmigas. Namun, keberlanjutan pertumbuhan akan sangat bergantung pada stabilitas harga komoditas serta kondisi pasar global pada akhir tahun.
Dengan tren positif ini, Indonesia diharapkan dapat mempertahankan momentum pemulihan industri sekaligus memperkuat fondasi ekonomi menuju 2026 yang lebih tangguh dan inklusif.
Senoaji
![]()









