Malang, (Tabloidpilarpost.com) — Pemerintah Desa Bandungrejo, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang, menggelar kegiatan sosialisasi dan pembinaan bahaya narkoba bagi generasi muda, pada Selasa (28/10/2025). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran generasi muda terhadap bahaya narkoba yang dapat merusak masa depan bangsa.
Kepala Desa Bandungrejo, Marlin, dalam sambutannya menekankan pentingnya kegiatan penyuluhan seperti ini untuk membentengi para remaja dari pengaruh negatif lingkungan.
“Usia remaja merupakan masa pencarian jati diri yang rentan terhadap pengaruh buruk. Kami berharap para generasi muda di Desa Bandungrejo tidak terjerumus ke dalam penyalahgunaan narkoba, melainkan mampu menunjukkan hal-hal positif yang bisa mendukung pembangunan desa,” ujarnya.
Acara ini turut dihadiri oleh unsur Muspika Bantur, di antaranya Camat Bantur Bayu Jatmiko, S.STP, Kapolsek Bantur AKP Totok Suprapto, S.H., M.H., serta perwakilan dari Danramil Bantur yang diwakili oleh Batuud Koramil Bantur. Hadir pula para pemuda dan pelajar dari berbagai dusun di Desa Bandungrejo.
Dalam pemaparannya, Kapolsek Bantur AKP Totok Suprapto, S.H., M.H., menjelaskan bahwa edukasi tentang bahaya narkoba merupakan langkah penting untuk mencegah generasi muda terjerumus dalam penyalahgunaan zat terlarang tersebut.
“Pencegahan harus dimulai sejak dini. Dengan memahami dampak buruk narkoba, para remaja dapat membangun benteng pertahanan diri dan mampu menolak ajakan negatif. Ini bagian dari upaya menjaga masa depan mereka,” tegasnya.
Sementara itu, Camat Bantur Bayu Jatmiko, S.STP, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program wajib desa yang dibiayai melalui Dana Desa (DD).
“Penyuluhan anti narkoba merupakan kegiatan penting yang harus dilaksanakan oleh desa. Narkoba adalah musuh besar bangsa yang dapat menyebabkan kecanduan, kerusakan mental, serta gangguan fisik. Karena itu, kami terus dorong setiap desa aktif melakukan pembinaan seperti ini,” jelasnya.
Wilayah Kecamatan Bantur sendiri dikenal aktif melakukan berbagai terobosan pembinaan karakter generasi muda melalui kolaborasi antara Muspika dan pemerintah desa, baik melalui kegiatan di sekolah maupun di lingkungan masyarakat.









