Jakarta,(tabloidpilarpost.com) – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengumumkan sejumlah kebijakan besar dalam upaya memperkuat ketahanan energi nasional. Juru bicara mereka, Dwi Anggia, menyampaikan bahwa pemerintah sedang mempersiapkan regulasi baru untuk menurunkan dominasi impor energi asing, dengan langkah strategis di sektor migas dan listrik.
Salah satu kebijakan penting adalah Permen ESDM No. 14 Tahun 2025, yang membuka peluang bagi BUMD, koperasi, dan UMKM untuk mengelola sumur marginal minyak dan gas. Tujuannya adalah meningkatkan lifting migas nasional melalui partisipasi lokal dan inovasi pengelolaan. Semua kegiatan mesti menjunjung prinsip keselamatan dan tata kelola berkelanjutan.
Dalam sektor kelistrikan, pemerintah juga sudah merancang Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PLN 2025–2034. Rencana ini mencakup pengembangan pembangkit nuklir sebagai bagian dari diversifikasi sumber energi. Meskipun inisiatif ini masih dalam tahap awal, pemerintah menegaskan komitmen jangka panjang terhadap transisi energi.
Pemerintah menegaskan bahwa strategi ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto: menjadikan Indonesia mampu mandiri dalam pemenuhan kebutuhan energi, dan tidak mudah tergantung pada negara lain. Fokusnya adalah memperkuat kemandirian energi nasional secara berkelanjutan dan inklusif









